Kab. Tasik (obormerahnews.com)- Sebanyak 36 Desa 20 Kecamatan Kab.Tasikmalaya merasa terbebani dengan adanya kebijakan pemangkasan anggaran tahun ini.

Baca juga : Diduga Proyek Akal-Akalan Oknum Pejabat Dinas PUPR Kab.Tasik, Landmark Allohu Akbar di Gentong Jadi Sorotan

Kepala Desa Cikuya Kecamatan Culamega Kab.Tasikmalaya Iing Nazmudin mengatakan kebijakan ini membuat banyak desa tidak bisa menjalankan program yang sudah direncanakan.

Menurutnya, sebenarnya desa memahami keuangan negara yang sedang sulit saat ini. Namun, pemangkasan dana desa (DD) yang sangat besar, malah akan menambah beban desa

“Jujur desa-desa akan menjerit juga itu. Kenapa hanya 36 desa yang di pangkas anggaranya, Ini kan tidak adil, seharunya pemerintah pusat harus memilah-milah yang mana menjadi skala prioritas, mana yang harus ditunda,” kata Kuwu Cikuya, Senin (23/3).

Lanjutnya, Pemangkasan DD dari pusat akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi daerah terutama di desa-desa Padahal perekonomian desa ini menopang pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya Kabupaten Tasikmalaya

Karena dananya dipangkas, kata Iing, pemdes harus melakukan perubahan besar dalam pembangunan hasil Musdes, Beberapa titik pembangunan Inftastruktur terpaksa harus dibatalkan

Iing juga mengaku dana desa rencana sebelumya diterima Rp 1,4 Miliar malah sekarang di pangkas menjadii 1,2 Miliar berarti 20 persen atau sekitar Rp 200 juta

Baca juga : Sejumlah Kantor di Kawasan Pemkab Tasik Disemprot Cairan Disinpektan & Hands Splayer

“Pemerintah pusat juga harus konsisten, kenapa hanya 36 desa yang dipangkas anggaranya sedangkan yang lainya tidak,” keluhnya.(Baron)***

l

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here