Banjar (obormerqhnews.com)-Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih memberikan sinyal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan tatap muka di sekolah bisa segera dilaksanakan di Kota Banjar.

Baca juga : Gelar Khatam Al-Quran & Tahlilan Wafatnya Alhabib Ahmad Naufel, Majlis Dzikir RI-1 Juga Doakan PSN Semakin Maju

Syaratnya itu, semua sekolah di Kota Banjar diharuskan melengkapi sarana prasarana protokol kesehatan terlebih dahulu. Bantuan masker dari BPBD Provinsi Jabar sebanyak 16.000 itu, bisa dipergunakan siswa saat waktunya belajar di sekolah nanti,”terangnya

Beberapa persiapan yang harus dipenuhi selama pandemi Covid-19 di antaranya keamanan untuk siswa dan guru agar tidak terpapar Covid-19, kemudian sarana protokol kesehatan di sekolah harus mendukung dan perlengkapan media informasi di sekolah terkait Covid-19.

Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengatakan Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sedang mempersiapkan proses pembelajaran tatap muka di masa Pandemi Covid-19. Wali kota menargetkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dimulai akhir Agustus.

Jangan nanti Pemkot Banjar mengizinkan ternyata ada sekolah yang belum siap akhirnya maksakeun. Kepada orang tua murid, tanya juga kepada sekolahnya jangan melulu menyalahkan pemerintah, pemerintah mah mengikuti aturan kumaha pusat.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Banjar, Ahmad Yani menjelaskan Pemerintah kota sendiri ingin secepatnya sekolah kembali dibuka, namun seluruh persyaratan protokol kesehatan harus dipersiapkan dulu”

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, mulai melakukan uji coba penerapan sistem pembelajaran tatap muka di lingkungan dunia pendidikan. ujicoba KBM tatap muka dimulai di SDN 2 Banjar. Simulasi tersebut guna menyambut kesiapan diberlakukannya pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19. Terutama bagi daerah yang masuk kategori zona hijau maupun zona kuning,”terangnya

Baca juga : Gelorakan HUT RI Ke-75, Polda NTB Buat Short Film Pengibaran Merah-Putih’ di Bukit Merese KEK Mandalika

PJJ masih berlangsung untuk sebagian besar institusi pendidikan di Indonesia. Kemendikbud mencatat 1.840 sekolah di zona merah, 12.124 sekolah di zona oranye, 6.238 sekolah di zona kuning dan 764 sekolah di zona hijau masih melakukan PJJ, Sabtu (16/8/2020) (Jun)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here