Pangandaran (obormerahnews.com)-Komisi Perlindungan Anak (KPAID) Kab.Tasikmalaya meminta pihak Kepolisian proaktif mengusut dugaan asusila terhadap Li yang dilakukan oknum Pimpinan Ponpes Padaherang LF dan oknum anggota DPRD Kab.Pangandaran berinisial CP.

Baca juga : Ketua Geopark Galunggung Sebut Pariwisata Merupakan Lokomotif Provinsi Jawa Barat

Ketua KPAID Kab. Tasikmalaya Ato Rinanto, Sip mengatakan, pemeriksaan Kepolisian penting dilakukan guna membuktikan benar atau tidaknya isi rekaman pengakuan Li mengenai dugaan pelecehan seksual.

“Saya mengharapkan Kepolisian sebagai penegak hukum dapat secara proaktif melakukan pemeriksaan, apakah yang dituduhkan Li benar atau tidak,” kata Ato saat dihubungi obormerahnews.com, Selasa (8/9).

Kasus pelecehan seksual yang sudah 5 tahun tersebut baru terungkap itu tengah dalam penyelidikan P2TP2A di Dinas KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Pangandaran. Li korban pelecehan seksual oleh dua orang tokoh publik yang tengah menjadi santriwati saat menuntut ilmu agama di pesantren Kecamatan Padaherang pada tahun 2015.

Ato turut menyarankan KPAID Pangandaran ataupun Dinas KB dan P3A untuk melaporkan dugaan asusila tersebut ke Kepolisian. Dengan begitu perkara ini bisa diproses secara hukum dan dibuktikan kebenarannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here