Bekasi (obormerahnews.com)-Selama adanya penyebaran wabah virus corona (covid-19)  proses pembelajaran seluruh sekolahan dilaksanakan secara jarak jauh dari rumah (daring).

Baca juga : Tim Puma Polresta Mataram Bongkar Judi Togel Online Omzet Miliaran

namun tidak semulus apa yang diharapkan oleh delapan SMK swasta di Kabupaten Bekasi diantaranya di Kecamatan Muaragembong dan Kecamatan Cabangbungin sudah hampir enam bulan lamanya proses belajar secara jarak jauh tidak bisa dilaksanakan dengan maksimal dikarenakan minimnya infrastruktur jaringan telekomunikasi atau terkendala jaringan internet.

Ketua musyawarah kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Bekasi Nopriandi, mengatakan bahwa di dua Kecamatan tersebut terdapat delapan sekolah tingkat atas yang mengalami kendala jaringan internet dalam melaksanakan pembelajaran secara daring karena wilayah tersebut minim infrastruktur telekomunikasi.

Akibat kendala tersebut proses pembelajaran di delapan sekolah selama pandemi ini lebih sering dilaksanakan secara luring (luar jaringan) dengan penugasan secara langsung

Meskipun dilaksanakan secara luring, proses pembelajaran masih terbilang cukup efektif, siswa tetap mendapatkan materi pelajaran secara utuh.

Nopriandi mengakui, kestabilan internet cukup dibutuhkan untuk mendukung  proses pembelajaran  secara daring, sangat efektif karena para pelajar bisa mengikuti pembelajaran dengan baik, di masa pandemi ini internet sudah menjadi kebutuhan penting untuk mendukung proses pembelajaran.

Baca juga : Koramil 1013 Jatigede Bersama Warga Laksanakan Pengecatan Masjid Jami Nurul Huda

dia berharap persoalan akses jaringan internet ini perlu dicarikan solusinya supaya proses pembelajaran secara daring bisa terlaksana dengan baik,”pungkasnya (Andi)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here