Bekasi (obormerahnews.com)-Pria separuh baya Misun Mardian (51) ditemukan tewas berlumuran darah setelah terkena bacokan senjata tajam jenis golok milik Ahmad Sulaeman (45) di jalan Nilam 13 Rt.03/10 Jatiraden, Jatisampurna Kota Bekasi, Rabu (18/11) sekitar pukul 11:30

Baca juga : Operasi Antik Lodaya, Sat Narkoba Polres Majalengka Kembali Amankan Ratusan Botol Miras Berbagai Jenis

Dalam jumpa pers yang digelar Polres Metro Bekasi Kota, kejadian bermula gara gara korban melakukan pengukuran tanah tanpa ijin terlebih dahulu kepada tersangka selaku ketua Rt setempat

Lalu tersangka kesal dan merasa tidak dihargai oleh korban lantaran korban mengukur tanah di daerahnya tanpa ijin darinya selaku ketua RT,”ucap Kapolsek
Pondok Gede, Kompol Jimmy Martin Siamanjuntak yang memimpin langsung acara jumpa pers di Polres Metro Bekasi Kota, Jum,at (20/11/2020)

“Awalnya siang itu, Rabu (18/11) tersangka keluar rumah untuk membagikan Bansos kepada warga di lingkungannya, namun disaat pembagian Bansos, tersangka mendapat telpon dari salah satu warganya Dayat yang mengabarkan bahwa di daerahnya sedang ada pengukuran tanah,

Kemudian tersangka langsung bergegas ke TKP dengan menggunakan sepeda motor, tiba di TKP tersangka melihat ada 5 orang yang sedang mengukur tanah salah satunya adalah korban, kemudian tersangka turun dari motornya dan menghampir ke 5 orang tersebut sambil marah marah dan meminta kepada korban untuk pergi, karena korban tidak mau pergi atau membubarkan diri, ahirnya tersangka tambah kesal lalu tersangka melihat sebilah golok di warung milik Inan alias kucluk lalu mengambilnya dan kembali menghampiri korban sambil membacokan golok berkali kali ke tubuh korban yang sedang duduk minum kopi di depan warung milik Inan, akibat bacokan golok tersebut korban langsung terkapar bersimpah darah dan menghembuskan napas di TKP

Baca juga : Terbongkar, Suami Baca Chat Mesra Istri Dengan Oknum Staf Desa, Kades Tanjungmekar: Saya Melihat Hanya Chatingan Saja

Setelah melakukan perbuatan sadisnya, sang ketua Rt tersebut langsung pergi sambil menengteng golok untuk menyerahkan diri ke kantor polisi
Atas perbuatan tersebut, pelaku terancam pasal pembunuhan subsider penganiyaan yang mengakibatkan matinya korban, pelaku terancam pasal 338 KUHPidana jo Pasal 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 (lima belas) tahun penjara (Andi)**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here