Sumedang (obormerahnews.com)-Dalam rangka Optimalisasi penerapan Perbub No.128 Tahun 2020 mengenai penegakan disiplin protokol kesehatan di wilayah Kabupaten Sumedang, Minggu (27/12), Sekretaris Daerah Herman Suryatman memimpin Rapat Koordinasi bersama para camat di Pendopo IPP Kabupaten Sumedang.

Baca juga : Kas Kab.Sukabumi Kosong Gara Gara Apa, Direktur Uf Center Mengaku Baru Dengar Ada Kas Daerah Kosong

Dikatakan Sekda Herman, rapat bertujuan membahas beberapa permasalahan yang saat ini ada di Kabupaten Sumedang terkait jumlah kasus positif sebanyak 99 orang.

“Dengan banyaknya yang terkonfirmasi di Kabupaten Sumedang maka tempat isolasi di RSUD sumedang sudah penuh, sehingga harus ada solusi untuk tempat isolasinya,” imbuh Sekda.

Ditambahkan Sekda, permasalahan yang muncul juga berkaitan dengan cuti akhir tahun yang diperkirakan akan adanya ledakan pengunjung dari luar Sumedang, terutama dari Zona Merah.

“Kita harus mempersiapkan langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus covid 19 di Kabupaten Sumedang akibat libur panjang akhir tahun,” ungkapnya.

Disebutkan Sekda, pada hari Sabtu (26/12), Satgas Covid Kabupaten telah melakukan rapat konsolidasi terkait dengan yang harus ditindaklanjuti di tingkat kecamatan.

“Kita juga telah berupaya untuk melakukan penanganan di tingkat kabupaten dengan mengerahkan segala unsur di tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Sekda menambahkan, terkait optimalisasi penegakan disiplin Protokol Kesehatan
secara Ketat dalam rangka AKB akan diterapkan kembali mulai Senin tanggal 28 Desember 2020.

“Kita juga akan melaksanakan operasi ‘mobile’ dengan melakukan patroli kewilayahan dan monitoring di 26 kecamatan agar berjalan aman dengan mengerahkan Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten maupun Kecamatan,” ujar Sekda.

Masih dikatakan Sekda, Satgas Kabupaten juga membuat tiga Posko untuk memperketat masyarakat yang melanggar kesehatan.

“Adapun tiga Posko yakni di Kecamatan Jatinangor, Kecamatan Tomo dan di wilayah Sumedang Kota. Saya juga minta agar semua camat dapat melakukan operasi di kecamatannya masing masing dalam penegakan disiplin protokol kesehatan,” imbuh Sekda lebih lanjut.

Sekda menyebutkan, ada tiga hal yang harus dilakukan dalam menindaklanjuti Peraturan Bupati Sumedang No.128 Tahun 2020.

“Pertama adalah pelaksanaan operasi. Kedua disiapkannya tempat isolasi mandiri di tiap kecamatan dengan ketuanya adalah Kepala Puskesmas. Ketiga adanya soaialissi dan edukasi kepada masyarakat terkait kegiatan kemasyarakat untuk mematuhi Prokes,” kata Sekda.

Sekda juga mengimbau agar Satgas Covid 19 bisa memberikan atensi khusus kepada tempat-tempat yang berpotensi besar dalam pemaparan Covid 19 seperti tempat wisata dan acara pernikahan.

Baca juga : Anniversary ke-3, Yayasan ManasiX Kota Tasik Gandeng Yayasan Mentari Hati, Dede Muharam Minta Peran Pemerintah Lebih Peduli

“Bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan akan diberikan Sanksi Berat berupa denda mulai Rp. 100 ribu agar masyarakat bisa mematuhi Prokes secara ketat,” ujarnya.(Abas)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here