Kab.Tasik (obormerahnews.com)-Balas pernyataan pengawas soal BUMDes bangkrut, Ketua BUMDes Lengkongjaya Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya Adi singgung Pengawas Usin Cepi dan Kades Lengkongjaya terkesan saling lempar tanggungjawab.

Baca juga : Pengawas Salahkan Ketua BUMDes Lengkongjaya Soal BUMDes Bangkrut, Ketua DPD LPM : Kades Harus Bertanggung Jawab

Sebelumnya, Pengawas Usin Cepi sempat membeberkan terkait kondisi BUMDes Lengkongjaya saat ini bangkrut, dia pun menuding Ketua BUMDes Adi sudah tidak becus mengelola dana BUMDes, keuangannya tidak transfaran tanpa pengawasaan, hingga kemunculan adanya dugaan penggelembungan harga (Mark up)

Terkait pernyataan Usin Cepi tersebut, Ketua BUMDes dengan geram angkat bicara. Menurut Adi, saya sudah tidak nyaman dan sudah tidak nyambung dengan Kuwu Dani,”bebernya

Adi mengaku dirinya tidak berambisi ingin jadi Ketua BUMDes, namun demi menyelamatkan aset desa maka kami diminta oleh pak Kuwu untuk mengelola BUMDes dengan alasan bahwa pada waktu itu ditubuh kepengurusan BUMDes yang lama ada permasalahan,”imbuhnya

Selain itu, Adi juga menjawab tudingan pengawas yang menyebut usaha ayam petelur bangkrut, kata Adi, melihat dari harga pakan terus naik, sementara produksi ayam bertelurnya berkurang, maka diadakan musyawarah dengan BPD, Pengawas BUMDes, Kades dan inspektorat, mereka bilang dari pada terus merugi lebih baik di lelang saja, kebetulan pembelinya sudah ada, maka kami jual dengan harga Rp 34.400.000 dari modal awal untuk ayam petelur di angka 150 juta itu termasuk pakan obat-obatan dan gaji pekerja,”jelasnya

“Bukankah pengawas sudah dilibatkan? tapi ko saya yang disalahkan? Bukankah pak Kuwu sendiri yang menyetujui bahwa ayam petelur itu harus di lelang, tapi malah saya yang disudutkan?” Ungkapnya

Kenapa usaha ayam petelur bisa bangkrut, Adi beralasan karena harga pakan ayam terus naiik, ditambah Kondisi Covid-19 ikut mempengaruhi, kemudian posisi kandang ayam tidak setabil sebab daerahnya lembab sehingga menyebabkan ayam mudah stres dan kurang produktif bertelornya,” tambahnya.

Saat di tanya kenapa masih memilih usaha ayam petelur padahal di pengurus BUMDes sebelumnya sudah rugi, kata dia,  ini program sudah di ajukan oleh kepengurusan BUMDes sebelumnya.

“Saya bingung maju kena mudur kena, jadi saya harus tetap menjalankanya,” katanya

Sebagimana dikatakan Pengawas Usin Cepi bahwa kami sudah tidak becus mengelola BUMDes? Kata Adi, kami sudah berupaya mengelola dengan baik bahkan untuk mengelola ayam petelur kami sampai memanggil tenaga ahli yang mengurusnya, tapi apa boleh buat pada kenyataannya tetap produksi ayam petelur itu merosot,”Tambahnya.

Baca juga : Ingatkan Masa Pensiun Ke Presiden, Anggota Komisi III DPRI RI Arteria Dahlan Sebut Sikap Idham Azis Perwujudan Promoter

Sebelumya, Pengawas BUMDes Desa Lengkongjaya Usin Cepi mengatakan bahwa kepala desa harus bisa menyelesaikan permasalahan ini, jangan sampai ketika program ayam petelur ini sudah tidak berjalan malah Sdra Adi sebagai Ketua BUMDes harus cuci tangan, tidak mau bertanggung jawab dan langsung mengundurkan diri dari jabatannya,”Ujarnya.(Tim)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here