Kota Tasik (obormerahnews.com)-Dituding melakukan dugaan bersekongkol dan arahkan pemenang tender, Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Tasikmalaya mengaku sudah menjalankan tugasnya sesuai aturan.

Baca juga : Pemkot Tasik Bersama Surat Kabar Pikiran Rakyat Gelar Digitalisasi Keuangan Bagi Para UMKM di Kota Tasikmalaya

Ketua Pokja ULP Pemkot Tasikmalaya Agah didampingi Kabag Umum Sofyan Z M dan subag rumahtangga Bayu menuturkan, Pokja ULP pemkot Tasikmalaya sudah menjalankan tugasnya sesuai aturan yang ada.

“Saya tidak pernah mengarahkan pemenang tender proyek seperti yang diberitakan. Seluruh proses dilaksanakan oleh Pokja sudah sesuai dengan aturan,” katanya.

Ia kembali menjelaskan proses tender yang dilaksanakan Pokja ULP sifatnya transparan dan prosedural, tidak ada peserta tender yang diistimewakan, apalagi sampai dikatakan sebelum ditender pemenang proyek sudah ada.

Lebih lanjut, Agah menjelaskan bahwa terkait pengadaan yang telah dilakukan bulan Desember 2020 kemarin, untuk mengantisipasi agar dibulan januari 2021 tidak terjadi kekosongan tugas security dan Clening Servis di balekota dan proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan.

“Proses tender sudah sesuai dengan prosedur dan tidak benar ada instruksi untuk memenangkan calon tertentu, karena semua PT atau kontaraktor diberi ruang memberikan sanggahan diproses pelelangan, yang saya tanyakan dimana letaknya saya mengarahkan pemenang,” tuturnya.

Baca juga : Pemkab Tasikmalaya Adakan Konsultasi Publik RKPD 2022 Melalui Video Conference

Disinggung PT Global yang sudah mendapat tiga paket pengadaan di pemkot, Agah mengaku PT tersebut sudah menjalani hasil tender dan sudah sesuai ketentuan karena Data isian dokumen kualifikasi pun tertulis 3.(RD)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here