Banjar (obormerahnews.com)-Sempat hilang kabarnya, kini rencana pembangunan kembali (reaktivasi) jalur rel kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang kembali bergema.

Baca juga : Pecinta Bonsai Kecamatan Cisayong Gelar Silaturahmi “Tina Tunggul Ngajadi Dulur”

Reaktivasi ini disebut-sebut bakal menjadi pembangunan rel kereta api termahal di Indonesia. Perkiraan anggarannya mencapai Rp1 triliun lebih.

“Perlu kami sampaikan saat ini, Pemprov Jabar sedang berusaha merealisasikan pembangunan reaktivasi jalur KA Banjar-Pangandaran,” Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum usai peringatan Hari Jadi Kota Banjar ke-18 di Gedung DPRD Kota Banjar, Minggu (21/2).

Berdasarkan perhitungan, kata Uu, pembangunan reaktivasi rel kereta api jalur Banjar-Pangandaran ini akan menghabiskan anggaran sekitar Rp1 triliun lebih.

Dana sebesar itu dengan rincian anggaran biaya yang dibutuhkan untuk setiap satu kilometer pembangunan rel kereta api mencapai sekitar Rp15 miliar per kilometernya. Sedangkan panjang jarak rel kereta api Banjar-Pangandaran sekitar 80 kilometer.

Biaya untuk pembangunan reaktivasi rel kereta api jalur Banjar-Pangandaran itu sambung Uu, memang cukup mahal namun hal itu menjadi tidak begitu berarti ketika melihat dampak positif yang akan masyarakat dapatkan.

“Biaya pembangunannya memang mahal. Tapi dampaknya juga lebih besar karena dapat meningkatkan laju ekonomi dan kesejahteraan warga masyarakat,” ujar orang nomor dua Jawa Barat tersebut.

Lebih lanjut Uu menjelaskan, tujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka akses jalur rel kereta api Banjar Pangandaran tersebut untuk mendukung objek wisata Pangandaran menjadi objek wisata skala internasional.

Selain itu Uu berharap, dengan reaktivasi jalur kereta api tersebut dapat meningkatkan dan menghidupkan pusat-pusat perekonomian yang ada di Kota Banjar.

Baca juga : Kunjungan Walikota Banjar bersama Kapolres Banjar Dalam Peningkatan Ekonomi masyarakat serta kemajuan di bidang Peternakan dan Pertanian

Saat ini imbuhnya, selain menyiapkan infrastruktur reaktivasi proyek pembangunan tersebut pihak pemerintah provinsi juga tengah melakukan lobi-lobi agar pembangunan tersebut segera terealisasi.(Jun)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here