Indramayu (obormerahnews.com)-Presiden Joko Widodo meninjau aktivitas panen padi di kawasan pertanian yang berada di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dari hamparan lahan pertanian di lokasi seluas 200 hektare tersebut dapat diperoleh 7 hingga 8 ton panen padi per hektarenya dengan varietas Cilamaya Muncul.

Baca juga : Patroli Polsek Seltim Polres Ciko, Fokus pada Perbankan dan Keramaian dengan KKYD

“Pagi hari ini saya berada di Desa Wanasari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, untuk melihat secara langsung panen yang dilakukan di sini,” ujar Presiden saat menyampaikan keterangan pers di lokasi panen.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kepala Negara mendapati bahwa selain hasil panen yang baik dari segi kualitas dan kuantitas, harga gabah di pasaran juga beranjak naik hingga sekitar Rp4.200 per kilogram.

Presiden menegaskan, pemerintah ingin terus berupaya membangun pertanian nasional yang semakin baik sehingga mampu meningkatkan produksinya. Dengan produksi yang semakin meningkat tersebut, diharapkan ketahanan pangan nasional dan swasembada dapat terwujud.

“Pemerintah sebetulnya tidak senang dan tidak suka yang namanya impor beras. Tetapi karena hitung-hitungan seperti banyak yang kena banjir, pandemi, kadang-kadang memang butuh kalkulasi itu sehingga perlu tambahan untuk cadangan,” kata Presiden.

“Tetapi sudah kita putuskan bahwa sampai Juni tidak ada impor, insyaallah nanti sampai akhir tahun kalau kita tahan, produksinya bagus, juga tidak ada impor,” imbuhnya.

Selain meninjau panen bersama, Presiden Joko Widodo juga sempat berdialog dengan sejumlah petani setempat. Dari hasil dialog tersebut diperoleh informasi bahwa para petani memerlukan terjaganya pasokan pupuk pertanian hingga kebutuhan akan tenaga atau alat pemanen padi saat panen raya.

“Pada saat panen bersamaan itu kesulitan dalam mencari tenaga kerja untuk panen sehingga tadi para petani menginginkan untuk diberikan combine harvester (mesin pemanen padi) dan tadi sudah saya iyakan, termasuk traktor dan pompa. Semoga ini segera bisa kita kirim,” tuturnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Indramayu merupakan kabupaten penghasil beras tertinggi secara nasional berdasarkan data produksi sepanjang tahun 2020.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala Bulog Budi Waseso, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Nina Agustina-Lucky Hakim.

Kesetaraan Gender, Kedatangan Jokowi ke Indramayu yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini pada hari ini (Red: 21 April 2021) merupakan momentum yang sangat istimewa dan menjadi kado manis bagi masyarakat Indramayu, khususnya kaum perempuan. Di tengah dominasi kepemimpinan laki-laki, saat ini Indramayu dipimpin oleh seorang Bupati perempuan, yakni Hj. Nina Agustina, S.H., M.H., C.R.A.

Tampilnya kaum perempuan menjadi pemimpin merupakan buah dari yang dicita-citakan oleh R.A. Kartini, yakni kesetaraan gender dalam berbagai bidang kehidupan. Jalan yang dirintis oleh R.A. Kartini agar perempuan Indonesia mendapat pendidikan yang layak, setara dengan laki-laki, dirasakan manfaatnya oleh generasi sesudahnya.

Baca juga : Sedikitnya 33 Orang, Terjaring dalam Ops Pekat TNI-POLRI bulan Ramadhan Polres Cirebon Kota.

Sosok Nina Agustina yang dikenal tegas dan lugas ini, menjadi salah satu model perempuan yang dapat disebut sebagai ‘Kartini-Kartini’ masa kini, yakni sosok perempuan yang cerdas, hebat, berdikari, dan bermartabat. (Deny)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here