Kab.Pangandaran (obormerahnews.com)-Meski masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Untuk menjaga harga bahan pangan tetap stabil dan kebutuhan pokok tetap tersedia, Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM Kab.Pangandaran pun mengambil sejumlah langkah.

Baca juga : 22 Gapoktan Kab.Pangandaran Terima Bantuan RJIT, Kabid Aep Haris Berharap Bisa Tingkatkan Produksi Padi

Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM Kab.Pangandaran Drs Tedi Garnida, MM menerangkan, langkah pertama yang dilakukan adalah memantau harga dan pasokan secara intens khususnya di 3 pasar-rakyat.

Menurut Tedi, pasar-pasar rakyat seperti Pasar Kalipucang, Pasar Pananjung dan Pasar Parigi tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan. “Kegiatan pemantauan langsung ke pasar masih berjalan secara normal, sehingga pasokan ke masyarakat dipastikan tidak terkendala,” ujar Tedi kepada obormerahnews.com, Rabu (2/6).

Tedi juga mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pemkab, termasuk dengan Dinas Pertanian dan Satgas Pangan untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan.

Menurutnya, dinasĀ  juga rutin melakukan rapat dengan Pemkab untuk melihat prediksi ke depan dan merumuskan seperti apa langkah antisipasi yang harus diterapkan.

Lebih lanjut, Tedi juga mengatakan dinas sudah berkoordinasi Perum Bulog untuk menyalurkan beras medium ke pasar-pasar. Hal ini untuk menjamin ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok terutama beras. Tak hanya itu, Tedi juga mengatakan pihaknya terus memantau kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di masa Covid-19.

Tedi menyebut bahwa saat ini harga harga barang kebutuhan pokok relatif stabil. Bahkan, dia menyebut harga beberapa komoditi cenderung mengalami penurunan seperti bawang merah, Cabe Hijau dan telur ayam ras

Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM Kab.Pangandaran harga pangan strategis daerah bulan mei 2021, harga bawang merah Rp 35.000 per kg turun dari pekan lalu sekitar Rp 30.000 per kg, sedangkan di pasar Pananjung harga cabe hijau Rp 18.000 per kg turun dari pekan lalu Rp 15000 per kg.

Menurut Tedi, Perubahan kenaikan harga paling rendah adalah Telur Ayam BR di Pasar Parigi, sedangkan perubahan kenaikan harga paling tinggi adalah Cabe Merah di Pasar Kalipucang.

Sementara, harga cabai merah di pasar Kalipucang mengalami kenaikan Rp 40.000 per kg menjadi Rp 50.000 per kg. Harga ini naik 20 % dibandingkan minggu lalu, disebabkan kurang lancarnya sarana transportasi barang sebagai dampak pandemi wabah Covid-19 sehingga terjadi keterlambatan pasokan

Baca juga : Danrem 062 Tn Hadiri Peringatan Hari Lahirnya Pancasila dan Syukuran Saluyu Ngawangun Jati Mandiri

“Untuk komoditi cabai merah di pasar Kalipucang besar harganya saat ini cenderung naik di tingkat eceran,” pungkasnya.(RD)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here