Kab.Tasik (obormerahnews.com)-Dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di desa Girijaya Kecamatan Bojongasih Kab.Tasikmalaya ternyata marak. Sejumlah warga pun buka suara membeberkan fakta-fakta seputar KKN yang dilakukan oleh Kades Girijaya dan kroni-kroninya. Apa saja?

Baca juga : Polres Sumbawa Ringkus Pengedar Narkoba di Lopok

Pertama, Hilangnya aset BUMDes yaitu satu mesin pita medko di Kp Kiarakoneng desa Girijaya, diduga dijual belikan oleh ketua BUMDes

“Ya bener, saya pernah menanyakan kepada Sesepuh Kiarakoneng Wa Iri bahwa mesin pita telah dijual oleh Ketua BUMDes berinisial DN” bebernya

Kedua, dugaan korupsi pengelolaan dari aset desa yaitu pasar, Sapi, Heleuran dan Sound sistem diduga tidak transfaran

Masyarakat desa Girijaya mengaku telah dihianati dan dibohongi oleh Kades, Ketua BUMDes dan kroni-kroninya.

Ketiga, dugaan pemotongan dana BLT DD tahun 2020 sampai 2021 sebesar Rp 1,2 juta dipotong Rp 400 oleh prangkat desa berinisial WN

Menurut salah seorang warga penerima manfaat istrinya Joni mendapat bantuan BLT DD Rp 1,2 juta diduga dipotong oleh WN sebesar Rp 400 ribu

“Ya benar, di desa lain mah tidak dipotong, tapi aneh di desa kami mah harus dipotong,” ucapnya dengan nada geram

Keempat, dugaan pemotongan dana BST pusat tahun 2020 sebesar Rp 1,2 juta untuk 15 orang dipotong Rp 930 ribu per KPM

Ateng mengaku seharusnya menerima BST senilai Rp 1,2 juta. Namun, atas perintah WN, BST miliknya dipotong Rp 930 ribu.

“Saat itu WN meminta uang kembali Rp 930 ribu, katanya uang itu untuk kearipan lokal,” kata Ateng saat ditemui wartawan di kediamannya, Minggu (18/7)

Ateng menceritakan bahwa dirinya dipanggil ke desa oleh Otong, lalu dikasih uang Rp 1,2 juta dengan bukti di foto, dengan alasan untuk data ke pusat, namun uang BST tersebut diminta kembali oleh staf desa WN, kemudian besoknya Ateng menerima uang Rp 270 ribu dari Ketua RT,” bebernya

“Pokonya ada 15 orang bantuan BST dipotong Rp 930 ribu/KPM yaitu Udin, Ade, Koko dan lainya,” pungkasnya

Sementara itu, Warga desa Girijaya Kecamatan Bojongasih berencana akan melakukan audensi ke desa Girijaya dalam waktu dekat ini.

Hal itu terungkap dalam berita acara pengaduan masyarakat yang ditulis tangan oleh beberapa warga pada hari Rabu (14/7/2021)

“Pokonya nanti habis lebaran idul adha kita minta auden dengan Kades Girijaya,,” kata penanggung jawab aksi Aceng S

Menurut Aceng, kami sebagai warga desa Girijaya kecewa dengan adanya prilaku para penguasa desa, karena banyak program tidak tepat sasaran dan banyak pungutan liar, “Kalah lewih parah dipimpin ku kuwu anyar teh, weh pisan kamajuan,” pungkasnya.

Baca juga : Jalan Rusak Parah Tidak Diperbaiki Pemerintah, Warga Desa Cayur Cikatomas Akhirnya Urunan

Terpisah, Kepala desa Girijaya saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak ada jawaban, bahkan di Whatsapp pun tidak mau membalasnya.(Tim)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here