Kab.Tasik (obormerahnews.com)-Muspika Kecamatan Pagerageung dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kab. Tasikmalaya berinisiatif mengundang pihak pihak terkait untuk menindaklanjuti pemecahan masalah viral anak SMP yang terjadi di wilayah Pagerageung.

Baca juga : Ingat, Mulai 24 Desember 2021, PPKM Level 3 Diterapkan di Seluruh Indonesia

Pertemuan tersebut dihadiri Camat (Plt) Kec. Pagerageung, Ketua KPAID Kab. Tasikmalaya beserta Satgas KPAD), MUI Kec. Pagerageung, perwakilan dari SMPN 1 Pagerageung, SMPN 2 Pagerageung, MTsN Pamoyanan, Polsek sektor Pagerageung, Koramil Wilayah Pagerageung, aktivis KOMPAS dan salah satu orang tua korban.

Camat Kecamatan Pagerageung mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian ini sebagai akibat pengaruh negatif dari perkembangan teknologi yang banyak mempengaruhi kelakuan remaja saat ini.

Oleh sebab itu dibutuhkan komitmen bersama para stakeholder dari berbagai elemen dalam meminimalisasi kejadian ini dimasa yang akan datang.

diharapkan pihak dinas pendidikan, Pemerintahan tingkat kecamatan sampai tingkat desa dan MUI bisa saling berkordinasi dan melakuan tindakan nyata dalam penanggulangan bahaya digitalisasi teknologi ini.

Ato Rinanto, Ketua KPAID Kab. Tasikmalaya menjelaskan langkah terpenting pertama adalah menyelamatkan psikologis anak dan menyelamatkan hak pendidikan anak sehingga perlu langkah / tindakan konkrit.

Ketua KPAID juga menyoroti tindakan sekolah yang terburu buru melakukan tindakan kepada orangtua siswa korban untuk mengundurkan diri dari sekolah. Oleh sebab itu KPAID meminta sekolah untuk menarik kembali keputusannya sebelum dilakukan pemeriksaan psikis korban.
ยน
Ato menambahkan, diharapkan MUI melakukan langkah langkah sosialisasi misalnya melalui media dakwah di daerah daerah tentang bahayanya teknologi digital bagi anak dan remaja.

Sementara itu, Kapolsek Kec. Pagerageung mengharapkan, kejadian ini sebagai media pembelajaran bagi semua pihak karena setiap tindakan melawan hukum akan beresiko hukum.

Ketua MUI menjelaskan perlunya sistem pendidikan yang tegas sehingga pola pendidikan ada bisa berjalan baik. Dalam pertemuan itu disepakati beberapa hal yaitu adanya sosialisasi bersama ke sekolah sekolah diwilayah pagerageung. Pihak Muspika juga akan melakukan sosialisasi dengan mendorong pemerintahan desa untuk aktif dalam perlindungan anak.

Baca juga : Kajari Ciamis Tegaskan akan Tindak Siapapun yang Mencatut Nama Kejaksaan

Terkait dengan pendampingan dan pemulihan korban dan keluarga korban, KPAID Kab. Tasikmalaya berencana untuk mengundang korban dan keluarga korban dalam waktu dekat ini.(Baron)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here