Ciamis (obormerahnews com)-Sejumlah KPM penerima dana Bantuan Sosial Tunai (BST) di desa Jelegong Kecamatan Cidolog Kab.Ciamis diontrog istri Sekdes berinisial M

Baca juga : Penyaluran BPNT di 6 Desa Kec.Sukarame Diduga Curang, Ada Nama Yana di Supplier Besar

Pasalnya, KPM dipaksa harus belanja barang di tempat agen yang telah ditentukan. Karena setelah menerima uang Rp600 ribu langsung di ontrog oleh oknum istri sekdes notabene memilik agen e-waroeng.

Seharusnya KPM bebas membelanjakan untuk kebutuhan pangan berupa karbohidrat, protein hewani nabati, vitamin dan mineral. Tidak ada pemaketan komoditi yang ditentukan oleh agen.

Kenyataan yang terjadi di lapangan, setelah KPM menerima uang sebesar Rp600 ribu, malah diontrog harus belanja di e-waroeng milik istri sekdes Jelegong tersebut, kalau menolak diancam tidak akan lagi dapat bantuan berikutnya

“Iya, Pak, saya menerima uang tunai Rp 600 ribu, tapi hanya sekejap karena diontrog oleh bu Sekdes langsung harus diserahkan kepada agen,” kata Budi warga dusun Sukaresmi Rt 04 Rw 03, Selasa (8/3/2022)

Dia sebenarnya berharap, uang tersebut bisa dibelanjakan sendiri sesuai kebutuhannya. Hanya tak bisa menolak karena takut nantinya tidak akan mendapatkan bantuan.

“Tadinya saya mau membelanjakan ke pasar, Pak, tapi ada ancaman dari agen akan dicoret sebagai penerima bantuan. Jadi saya nurut menyerahkan seluruh uang kepada agen (red- istri Sekdes) dan saya mendapatkan sembako,” ucapnya.

Hal senada dikatakan, Sarin, Wargs dusun Jelegong Rt 11 Rw 05, ia mengaku terpaksa membeli ke e-Warong lantaran ditekan oleh istri Sekdes hingga desa. Bahkan yang tidak beli dari e-Warong diancam akan dicoret dari daftar penerima bantuan ke depannya.

“Warga mah maunya belanja bebas sesuai aturan, kan yang penting komoditas yang sesuai. Tapi warga takut, karena katanya akan dicoret kalau tidak beli ke e-Warong. Tadi juga ada yang nanya ke perangkat desa, katanya tetap harus ke e-Warong,” tuturnya.

Anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) desa Jelegong Apip juga turut serta mengomentari adanya oknum istri Sekdes berinisial M yang mengarahkan KPM untuk langsung membelanjakan pada agen tertentu.

Menurutnya, hak itu sudah ada ketentuannya, sehingga laksanakan saja sesuai ketentuan KPM bebas untuk membeli sembako. “Harusnya kita lebih membantu, jangan memanfaatkan para KPM untuk kepentingan pribadi,, apalagi seorang istri sekdes jangan lauk buruk milu mijah” kata Apip.

Baca juga : Mutasi Jabatan di Pemkot Tasik Dinilai Janggal, Ketua FPKP Sebut Faktor Kedekatan dan Faktor Isi Koper

Apip juga menyayangkan adanya pengontrogan ke rumah KPM apalagi sampai adanya intimidasi, itu harus di laporkan ke penegak hukum.

“itu Istri oknum Sekdes harus ditindak,” pungkasnya.(Tim)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here