Ciamis (obormerah.news.com)-Uang tabungan milik siswa SD Negeri 2 Karyamukti, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat diduga digunakan oleh oknum mantan kepala sekolah untuk kepentingan pribadi.

Baca juga : Jelang Arus Mudik Lebaran, Kapolres Ciamis Cek Jalur dan Kesiapan Pos Pengamanan Banjarsari

Menurut informasi yang di himpun obormerah.news..com uang tabungan sebesar Rp 101.000.0000 yang merupakan uang tabungan milik siswa di pakai oleh 4 oknum mantan Kepala Sekolah yang sebelumnya menjabat.

Sampai saat ini pertanggung jawaban dari ke 4 orang itu belum menunjukan adanya itikad baik, sehingga membuat para guru juga jajaran komite kebingungan.

Aceng Ketua komite SDN 02 Karyamukti memaparkan,awal mula permasalahan tersebut muncul ketika ada beberapa orang tua siswa yang hendak mengambil uang tabungan anak nya di sekolah, namun entah mengapa pihak sekolah tidak mengeluarkan uang tersebut tanpa alasan yang jelas.

“Dan saat ini permasalahan adanya uang tabungan yang di gunakan para mantan kepala sekolah sudah menjadi polemik serta buah bibir di kalanganan masyarakat, terutama para orang tua siswa.jelasnya.

Lanjut Aceng sebelum nya kami sudah mencoba mendatangi ke empat kepala sekolah tersebut untuk membahas prihal uang tabungan yang pernah mereka pakai pada saat masih menjabat.

” Namun sampai saat ini belum ada jawaban pasti dari ke empat orang tersebut kapan akan mengembalikan uang itu, bahkan kami sempat melakukan koordinasi dengan korwil pendidikan kecamatan Banjaranyar untuk menjadi mediator penyelesaian masalah ini” jelasnya

Aceng menambahkan, dengan adanya permasalahan ini, kami beserta para orang tua siswa berencana untuk mendatangi kantor dinas pendidikan kabupaten Ciamis untuk kembali membahas prihal uang tabungan tersebut.

” Yang kami ingin kan itu, ke empat kepala sekolah terdahulu yang harus menyelesaikan, karena mereka yang menggunakan, bukan malah kepala sekolah yang saat ini menjabat yang mendapatkan tekanan”pungkas nya.

Sudaryat salah seorang orang tua siswa mengatakan,dirinya mengaku sempat pergi ke sekolah tersebut untuk Mengambil uang tabungan milik anak nya dengan alasan keperluan keluarga.

” Niat nya uang tabungan itu akan di gunakan untuk biaya pengobatan anak saya yang sedang sakit, namun pihak sekolah tidak mengeluarkan sepeser pun uang itu, dan perlu di ketahui kejadian ini sering di alami oleh kami orang tua siswa ” jelasnya.

” Dan jika memang uang tabungan sekolah milik anak kami di gunakan mereka (4 mantan kepala sekolah), kami meminta pertanggung jawaban dari mereka untuk segera mengembalikan, karena itu hak kami,” ujarnya.

Sementara itu korwil pendidikan Kecamatan Banjaranyar,muhrodin mengatakan, pihaknya membenarkan adanya permasalahan uang tabungan di sekolah tersebut, bahkan pihaknya pun mengaku sedang melakukan berbagai upaya penyelesaian Permasalahan itu.

” Namun menurut informasi, uang yang terpakai itu senilai 70 juta, bukan 101 juta. Dan uang tersebut di gunakan untuk kepentingan sekolah, dan itu yang menjadi alasan kami mengintruksikan kepala sekolah yang saat ini menjabat agar segera menyelesaikan permasalahan ini” pungkasnya.

Baca juga : PAC Ansor Karangkamiri Gelar Diskusi Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren

Hingga berita ini di buat, belum ada pernyataan dari pihak kepala sekolah yang saat ini menjabat untuk di minta kofirmasi tentang hal tersebut, “(Rvn)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here