Kab.Tasik (obormerahnews.com)-proyek pembangunan jalan lapen yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) yang dikerjakan oleh pihak ketiga di Desa Pusparaja Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya dinilai dapat membuka celah praktik korupsi.

Baca juga : Pengaspalan Jalan di Desa Pusparaja Kab.Tasik Diduga Di Mark up, Kuwu Ajo: Tidak Tahu, Tanya Saja Rekanan

Pegiat anti korupsi Dedi Supriadi mengatakan jika pembangunan infrastruktur desa menggunakan DD dilaksanakan oleh pihak ketiga, perlu ditinjau lagi pelaksanaannya.

“Agar tidak membuka ruang praktik korupsi, kolusi dan nepotisme maupun konflik kepentingan (conflict of interest) dalam proses pelaksanaannya,” tegasnya, Minggu (8/5/2022).

Untuk mencegah terjadinya penyelewengan dalam penggunaan dana desa, dalam tahap perencanaan, masyarakat dapat berperan dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa.

“Pemerintah desa seharusnya bisa menjelaskan kreteria dan indikator pembangunan infrastruktur desa. Terkait tahapan dan proses pembangunan mana yang melibatkan pihak ketiga,” kata Dedi menambahkan.

Diungkapkan, pengelolaan keuangan dana desa benar-benar sangat perlu dikawal, dan diawasi oleh semua lapisan. Agar bisa menutup pintu tindak korupsi.

Karena dana desa menjadi sesuatu hal yang sangat menggiurkan bagi semua orang untuk melakukan tindakan korupsi, apalagi ranahnya yang ada daerah kecil dan pelosok menjadikan dana desa sangat perlu diawasi pengelolaannya.

“Begitu juga pihak Kecamatan seharusnya tegas dalam hal ini, guna mewujudkan tujuan penyelenggaraan desa sebagaimana diamanatkan oleh UU Desa,” katanya

Kata Dedi, seharusnya proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran DD tidak diperbolehkan dikontraktualkan. Namun, dikerjakan secara swakelola dan pekerjanya dari desa sendiri.

“Tidak boleh (dipihak ketigakan) kalau pakai dana desa. Tapi ada yang diperbolehkan, seperti pekerjaan yang rumit contohnya jembatan gitu. Kalau lapen ya seharusnya Desa, paling bayar tenaga ahli dan sewa peralatan,”katanya

Sementara itu, Kepala Desa Pusparaja Ajo Sutarjo, beralasan penunjukan pihak ketiga itu karena masyarakat setempat tidak sanggup mengerjakan.

“Pekerjaan Jalan Lapen Tahun 2022 tersebut memang kita serahkan sepenuhnya kepihak ketiga atas nama Yayat dan Coki, bagi kami boleh saja pekerjaan DD dipihak ketigakan ketika masyarakat tidak sanggup” ujar Ajo

Namun, lebih lanjut Ajo tidak menjelaskan lebih lanjut alasan tersebut dan menyarankan untuk meminta keterangan langsung ke rekanan Yayat dan Coki

Kemudian, Yayat selaku pihak ketiga yang ditunjuk membenarkan dirinya mengerjakan proyek. Menurut Yayat proyek itu Ia kerjakan dengan kontrak Rp 110 juta.

Baca juga : ASN Kota Tasik Minta PJ Walikota Dijabat Ivan Dicksan, Dedi Supriadi Sebut Ada Sisi Positifnya

“Ya benar kita selaku pelaksana kegiatan Jalan Lapen Desa Pusparaja tahun 2022 dengan nilai kontrak kerja dengan Saya sebesar Rp.110.000.000” ujar Yayat saat dikonfirmasi via telepon.(Joy)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here