Sukabumi Obormerahnews.com– Dana Aspirasi dari Partai Demokrat Untuk Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Dana Aspirasi Dari Dewan dari Partai Demokrat terkesan asal-asalan, bahkan tidak Sesuai dengan Spesifikasi.

Baca juga : Diduga Melamun, Wanita di Manonjaya Tewas Tertabrak KA di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
.
Adapun nilai dari pekerjaan ini anggaran nya sebesar Rp.184.252.000 dan bersumber dari dana APBD Kabupaten Sukabumi yang dikucurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.

Yani selaku ketua Kelompok Tani Motekar mengaku merasa tidak ada peran terkait proyek ini “kenapa saya bilang begitu, karena saya sebelumnya tidak ada pemberitahuan berapa nilai Total Anggaran Aspirasi ini, “saya baru tau besaran nilai nya setelah banner (papan proyek) tertancap di lokasi,”ungkap Yani ketika diwawancarai, Selasa (07/06/2022) di rumahnya di Desa Ciheulang tonggoh Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi

Kata dia, kekecewaan saya juga karena pekerjaan ini dikerjakan langsung oleh pihak CV .Lim Konstruksi. Asalnya saya tadi mengira bahwa pekerjaan ini akan melibatkan warga setempat tapi ternyata pekerjaan ini sudah di ambil atau dikerjakan oleh Cv.Lim Konstruksi.

Menurut Yani adapun pekerjaan ini adalah berupa pembangunan Tanggul irigasi yaitu sepanjang 440 meter.

Sementara itu, Amil yang mengaku dirinya sebagai Mandor ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa yang dikatakan Yani ketua Kelompok Tani Motekar itu salah, karena pada awalnya sewaktu cek lokasi kita sudah bertemu Yani dan bersama Petugas dari UPTD Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Adapun waktu itu kita sudah mengatakan bahwa sebentar lagi Pembangunan Jalan Irigasi ini adalah berkat Dana Aspirasi Dewan dari Partai Demokrat .

Dari pantauan masyarakat Desa Ciheulang yang ada di sekitar lokasi dan dari pantauan Media bahwa diduga pekerjaan ini dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi, karena tanggul ini tidak memakai besi coran dan kwalitas pekerjaan tanggul ini diperkirakan kekuatannya mungkin tidak sampai 1 tahun akan roboh atau Ambrul, saya yakin,” ungkap salah satu wartawan yang ketika itu ikut meliput ke lokasi .

Yani ketua kelompok Tani Motekar juga memperkirakan bahwa adapun dalam hitungan saya pekerjaan ini paling hanya memakan biaya sekitar kurang lebih Rp. 70 jutaan. Tadinya saya kirain pekerjaan ini akan di swakelolakan
menurut yani, apabila ini dikerjakan dengan cara swakelola maka warga sekitar di lingkungan kami akan senang karena ada kegiatan .

Namun kami sangat menyayangkan ternyata Proyek ini sudah di serahterimakan dan dikerjakan oleh Pihak CV.Lim Kontruksi dan membawa pekerja langsung dari mereka dan tidak melibatkan warga kami,”ungkap yani.

Baca juga : Dikemas Dengan Kegiatan Amal, Turnamen Golf HUT ke 65 Kodam IX/Udayana Bangkitkan Pariwisata Bali

Adapun sebelumnya dari Pihak Kontraktor pernah memakai 2 orang pekerja dari warga kami namun karena gaji nya tidak sesuai maka pekerja dari warga kami pun mengundurkan diri .

Saya sebagai ketua kelompok akan selalu kontrol dan siap mengawasinya supaya hasil pekerjaan tidak asal-asalan,’ pungkasnya (Edy)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here