Ciamis Obormerahnew.com-Seorang oknum Petugas Pembantu Pelayanan Unsur Keagamaan Desa (P3UKD) atou Amil Desa Pasawahan,Kecamatan Banjaranyar,Kabupaten Ciamis,Jawa Barat diduga memberikan buku nikah palsu.

Baca juga : Soal Gedung PWI Sulsel di Segel Satpol PP, Ketua PWI Pusat Mengaku Akan Segera Koordinasi Kemendagri

Hal tersebut  terbongkara  setelah salah satu pasang suami istri Yana dan Mira warga dusun Ciakar Rt 01 /Rw 01 Desa Pasawahan hendak melegalisir buku nikah ke kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarsari untuk mengurus administrasi kependudukan.

Menurut mira mengatakan, saat itu dirinya menikah dengan suaminya yang bernama Yana pada tahun 2017, namun setelah akad pernikahan selesai dirinya tidak langsung di berikan buku nikah oleh amil tersebut.

“Buku ini saya terima setahun setelah pernikahan, itu pun hanya satu, bahkan saya juga sempat menanyakan ke amil, alasan mengapa hanya satu, dan dia pun menjawab untuk sekarang buku nikah hanya di beri satu” jelasnya jumat 10/06/2022.

Mira mengatakan, Awal nya dirinya mengaku tidak merasa curiga bahwa buku pernikahan saya ini palsu, namun saat akan melakukan legalisir ke KUA, petugas kua tersebut mengatakan bahwa buku nikah miliknya  palsu.

“Sedangkan saya sangat membutuhkan legalisir itu untuk pemberkasan administrasi membuat KK dan akte kelahiran anak saya, sekarang kami bingung harus bagaimana” tambahnya.

Sementara itu, kepala KUA Banjarsari Dudung Kusnandar mengatakan, menanggapi hal tersebut pihaknya langsung mengecek data pada buku nikah yang saat ini di miliki oleh mira dan suami nya, alhasil setelah di lakukan pengecekan, nomor register yang tertera pada buku tersebut ternyata milik orang lain.

“Setelah kami cek nomer registernya tercatat atas nama pasangan suami istri bernama mulyana dan eva, bukan mira dan yana” pungkasnya.

Terpisah, Kepala desa pasawahan maman suparman mengatakan, memang pihaknya sudah mengetahui adanya permasalahan tersebut lewat aduan dari masyarakat.

“Bahkan kami pun sudah beberapa kali memanggil amil tersebut, namun tetap saja ia tidak bergeming walaupun kami sudah memberikan teguran” terangnya.

Lanjut maman menambahkan, sebenarnya pihak desa mengaku sudah gerah dengan kelakuan amil tersebut,pasalnya bukan hanya kali ini saja amil tersebut melakukan hal yang di anggap merugikan warganya.

Baca juga : Jumat Sehat, Pangdam IX Udayana Bangga Atas Dedikasi Prajurit dalam Bertugas

“Jadi saya menyarankan silahkan kepada warga desa pasawahan yang merasa di rugikan oleh amil tersebut, untuk datang berbondong-bondong ke kantor desa, dan kami siap untuk memfasilitasi mereka” pungkasnya.(Rvn)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here