Kota Tasik Obormerahnews.com-Proyek rehabilitasi jalan Cipajaran Kelurahan Tamansari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya diduga menggunkan matrial tidak sesuai spefikasi RAB.

Baca juga : Aspirasi Tak Digubris, Warga Linggajaya Ancam Demo di Pemkot Tasik

Salah seorang mantan konsultan bernama Asep Kodrat menyampaikan pemasangan Plin Tembok TPT itu memakai material pasir gunung alias pasir pasang seharusnya memakai pasir cor dan split ukuran 1/2 untuk pengecoran, Namun ketika berada di lokasi proyek drainase sangat tidak memiliki pemasangan pondasi yang sebagai utama untuk kekuatan.

“Karena disana kan memiliki kemiringan yang otomatis sebagai top up 30 cm dan lebar pondasi 50 cm, bahkan ada pemasangan yang di khawatirkan untuk pemasangan guide block yang untuk benar benar kuat pemasangannya harus ada pemasangan angkurnya, supaya posisi guide block berdiri kokoh, tapi saya lihat dilokasi diduga sama sekali tidak ada angkurnya yang terpasang yang untuk sebagai kekuatan guide block,” bebernya

“Seharusnya jangan ada yang memakai bahan material KW 2 ataupun pengurangan bahan, yang jelas Dana Sumber DAK harus maksimal mungkin dalam pemasangan atau pekerjaan yang sedang di laksanakan,” ucap Asep

Ia menduga proyek ini tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB) yang disampaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya.

Asep berharap jangan sampai Dinas PUPR dibohongi rekanan, CV. Gema Karya Abadi dengan Counsultan Pengawas PT. Gumilang Sajati mempermainkan anggaran yang begitu besar anggarannya Rp 2,2 Miliar,” katanya.

Baca juga : Polri Buru KKB Papua Pembunuh Pendeta dan 9 Warga

Kata Asep, kalau dianalisa, hasil pekerjaan pemeliharaan berkala tersebut sudah molor tidak ada pengkajian dalam pekerjaan tersebut, karena dana begitu besarnya loh, tidak di indahkan dalam pelaksanaan pekerjaan.

“ada kemungkinan sebagai pemilik pemenang tender akan menciptakan keuntungan dirinya sendiri,”pungkasnya.(Baron)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here