Kab Tasik Obormerahnews.com-Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya diduga bangkrut.

Baca juga: Warga Desa Kutawaringin Ciamis Murka Jalan Hancur Karena Sering Dilewati Truk Proyek

Bangkrutnya BUMDes tersebut, diduga karena pengelolaanya tidak becus, bahkan warga curiga sudah terjadi pat-pat gulipat antara Ketua BUMDes dengan bendahara

Bedasarkan informasi dari beberapa warga setempat, Kamis (21/7/2022) mengatakan, pihaknya menduga terjadi penyelewengan dana BUMDes hingga sebesar Rp 335 juta yang terjadi sejak 2018 hingga 2020

Penyelewengan ini diduga dilakukan oleh pengurus BUMDes berinisial NG dan IM

Kepala Desa Karangnunggal Herliman membenarkan bahwa dana BUMDes tersebut sudah tidak berjalan.

Herliman pun mengaku sudah melakukan pengalihan pengelolaan oleh Desa karena sudah tidak berjalan dengan sehat. “Kami sudah menyelamatkan aset BUMDes dan secepatnya akan membentuk kepengurusan yang baru,” terangnya

Herliman mengaku, dirinya sebagai Kepala desa sekaligus komisaris BUMDes sudah memanggil dan menanyakan kepada yang bersangkutan terkait perkembangan dana BUMDes tersebut malah ketuanya mau minta pengunduran diri cuma kami selaku kepala Desa tidak mau menandatangi surat tersebut sebelum uang yang hilang tidak tau kemana diduga dipakai oleh bendahara BUMDes sebesar Rp 30,4 juta oleh inisial IM segera dikembalikan secara utuh

Sementara itu, Ketua BUMDes desa Karangnunggal saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon selulernya mengaku bahwa dana BUMDes berjalan tidak bangkrut

“Kata siapa BUMDes itu bangkrut, justru sedang usaha dipertanian,” Ucapnya.

Saat ditanya soal uang yang raib Rp 30,4 juta, Ketua BUMDes bungkam, “Kami tidak bisa menjawab sekarang kami akan komunikasi dulu dengan rekan,”dalihnya

Terpisah, Ketua LPM Kabupaten Tasikmalaya Dedi Supriadi menegaskan bahwa jika Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengalami pailit, maka desa dan pengelola harus mempertanggungjawabkan pelaporan dan penyebab kerugiannya.

“Penyertaan modal untuk BUMDes itu kan uang negara, jadi jika terjadi kerugian (bangkrut) harus bisa dipertanggungjawabkan kerugiannya karena apa,” katanya

Ia mengemukakan, semestinya pengelola BUMDes dalam hal ini direktur harus mengelola usaha desa yang menggunakan dana desa dengan baik.

Mengenai BUMDes Desa Karangnunggal, yang saat ini bangkrut, Dedi menyampaikan bahwa desa harus mempertanggungjawabkannya.

Baca juga: Kades Cintadamai Garut Bersama Warga Bersihkan Material Longsor dengan Alat Seadanya

“Kenapa saya menyampaikan harus dipertanggungjawabkan, karena itu uang negara dan BUMDes bukan milik kepala desa, tetapi BUMDes itu milik desa dan masyarakat berhak mempertanyakannya ke desa,” ucapnya.(Joy)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here