Kab Tasik Obormerahnews.com-Wakil BPD desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya Redi membantah BUMDes Mitra Karang mengalami kebangkrutan.

Baca juga: BUMDes Karangnunggal Diduga Bangkrut, Warga Curiga Ketua dan Bendahara Bersekongkol

Keuangan BUMDes dan aset lainya dipastikan ada, meskipun mencatatkan kerugian signifikan

“Itu tidak benar, buktinya masih ada dan masih berjalan fotocopi, Tabung Gas, Brilink dan peternakan Ayam Joker,” katanya, jum’at (22/07/2022)

Lebih lanjut, Redi menjelaskan bshwa pada pertengahan 2021 itu ada musyawarah terkait laporan keuangan BUMDes dan memang pada waktu itu kerjasama dengan perusahaan Joker ayam dan disinyalir macet tetapi karena orang-orang Joker tersebut itu ikut dalam musyawarah Ia pun juga ada kesanggupan untuk pengembalian uang yang di pinjam dari Bumdes waktu itu ada sekitar 4 orang,” jelsanya

Kata Redi, Tahun 2022 awal kemarin ada lagi musyawarah mempertanyakan bagaimana uang yang di luar piutang yang di joker ternyata ada sebagian yang masih belum beres yang masuk ke bumdes dan terus ada uang yang dipinjam oleh bendahara sebesar 34 juta Kalau nggak salah dan kemarin waktu dalam musyawarah itu dia bersedia untuk membayar mengembalikan tapi dengan catatan di Kecil Jadi kami selama ini menganggap bahwa bumdes itu tidak bangkrut karena masih ada kegiatan yang kerja sama dengan kadin Jabar dalam program pertanian Cabai,”ucapnya

“Yang kami ketahui maka dari itu kami punya anggapan berita itu tidak benar Bumdes bangkrut tetapi kalau ada penurunan aset usaha betul karena selama ini yang saya terima waktu dalam musyawarah Tidak ada hasil, dikarenakan ada hutang piutang di luar yang macet mengenai mengajukan surat pengunduran diri ketua itu bukan ranah kami tapi oleh kepala Desa dan ketua BPD belum di Acc karena ini masih ada permasalahan yang harus dituntaskan maka dari itu untuk sementara pengelolaannya di ambil alih oleh pihak Desa,” bebernya

Terkait mobil yang dijual di pertengahan 2021 dulu betul karena di anggap sudah tidak produktip dan tidak menghasilkan,”sambung Redi

“Itu juga hasil rempugan dengan BPD dan Lpm waktu itu bagaimana kalau mobil itu dijual Kalau tidak salah pada waktu itu memasang harga di angka 65 juta dan terjual sekitar 62 jutaan itu sepengetahuan kami uangnya yang 62 juta itu dikembalikan lagi ke Bumdes,” ujarnya

Lanjut Redi, Jadi Bumdes tersebut tidak bangkrut buktinya masih ada kegiatan contohnya fotocopy masih ada yang sekarang ini di tangani langsung oleh pihak desa dan juga pertanian cabai cuma hari ini tidak dikelola oleh pihak Bumdes.

Baca juga: Senkom Sumbawa Barat Ucapkan Selamat dan Sukses Atas Terpilihnya H.Katno Hadi Sebagai Ketum Senkom periode 2022-2027.

Redi berharap permasalahan yang mencuat selama ini harus secepatnya terselesaikan,” tutupnyan.(Joy)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here