Kab.Tasik Obormerahnews.com-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya diduga ikut mengarahkan sejumlah rekanan untuk mengerjakan Baja Ringan (Bajring) di 12 SMP yang mendapatkan bantuan DAK.

Baca juga: BUMDes Karangnunggal Diduga Bangkrut, Warga Curiga Ketua dan Bendahara Bersekongkol

12 Sekolah menengah pertama (SMP) yang bendapatkan bantuan rehab tersebut yaitu, SMPN 1 Culamega, SMPN 1 Cibalong, SMPN 1 Sukaraja, SMPN 2 Salawu, SMPN 3 Cigalontang, SMPN 1 Pancatengah, SMPN 1 Karangnunggal, SMPN 3 Cipatujah, SMPN 1 Cipatujah, SMPN 1 Salawu, dan SMPN 2 Sariwangi serta SMPN 1 Kadipaten

“Ya dinas ikut mengatur dan mengarahkan rekanan tertentu untuk mengerjakan proyek baja ringan di Kabupaten Tasikmalaya,” kata sumber yang tidak mau disebut namanya, saat dikonfirmasi Tim media.

Menurut sumber, ada Kepala sekolah yaitu SMPN 1 Kecamatan Sukaraja yang sudah memilih rekanan dan rekanan untuk mengerjakan proyek di sekolah, agar memakai rekanan dinas, seperti tahun sebelumnya.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Opan Sopian membantah semua tuduhan itu.

Opan mengatakan, pihak Disdik tidak mengarahkan baik itu kasi dan Kabid tentang pengadaan bajring, Opan mengaku cuma memberi arahan ke pihak Pokmas dimana untuk membeli bajring harus ber standar SNI atau bersartifikat agar pembangunan harus sesuai RAB atau Sofwer dengan garansi 10 tahun,”ujarnya

Menurut Opan, pekerjaan itu dilakukan swakelola, jadi apapun itu dikelola oleh pokmas berserta komite “Kami dinas sekadar mengawasi dan monitoring kegiatan tersebut. Jika ada kepsek dalam pelàksanaan kegiatan akan di Sub-kan atau diborongkan dengan pihak lain. Ataupun pemasangan baja tidak sesuai dengan RAB maka harus dibongkar.

Masih Menurut Opan memang saat ini banyak yang menjual nama dirinya. “Sekarang banyak yang jual nama saya. Yang penting saya tidak pernah merasa mengintimidasi, merekomendasi atau mengkondisikàn yang dimaksud,” pungkasnya

Baca juga: Satlantas Polres Sumbawa Barat Sambangi Beberapa Sekolah Dan Berikan Sosialisasi

Opan menjelaskan beberapa rekanan yang mengerjakan “proyek baja ringan memang pernah menumui saya untuk masuk ke sekolah hal itu pun saya persilahkan akan tetapi tidak saya perintahkan,” katanya. (Baron)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here