Sumbawa Barat Obormerahnews.com-Dalam rangka menciptakan desa banjar yang bersih dan bebas narkoba, Pemerintah desa setempat melaksanakan sosialisasi bahaya dan pencegahan narkoba pada jum’at (12/8/2022),bertempat di aula kantor desa Banjar Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Baca juga: Wujud Kebersamaan Satgas TMMD 114 Dan Masyarakat Terlihat Dari Progress Pengerjaan Setiap Sasaran Fisik 

Pada sosialisasi tersebut di ikuti oleh 30 peserta dengan 3 orang pemateri, yang bersumber dari Satresnarkoba Polres Sumbawa Barat, Kasi P2M BNNK Sumbawa Barat dan 1 orang dari media.

Kasi Pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M) dari BNNK Sumbawa Barat Zakaria sebagai narasumber pertama mengatakan judul penyampaiannya dalam sosialisasi saat ini, yaitu persoalan narkoba dalam upaya Pencegahan,pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) dan penanganannya.

Lanjut om zek sapaan akrabnya, narkoba ini istilahnya perang “proxy war” artinya kita tidak tahu mana kawan dan mana lawan dan itu merupakan gerakan dari para sindikat narkoba itu sendiri.

Ia menyarankan agar adanya kerjasama yang baik antara masyarakat, kepolisian BNN dan awak media terkait informasi penyebaran narkoba di kabupaten sumbawa barat.

Lanjutnya yang hadir di sini rata rata orang tua, untuk itu pentingnya ada intervensi keluarga, karena sebagai orang tua kita punya rasa kasih sayang kepada keluarga kita masing – masing.

” Jangan sampai anak menghilangkan kepercayaan orang tua, sebagai bentuk pengawasan kepada anak – anak kita dari incaran pengedar narkoba yang ada diwilayah KSB,” jelas Zakaria.

Zakaria juga menerangkan pengertian narkoba dan jenis – jenis narkoba serta dampak penyalahgunaan narkoba pada hidup dan kesehatan.

” untuk memerangi peredaran narkoba bentuk relawan – relawan anti narkoba mulai dari tingkat RT, RW dan didukung penuh oleh pemdes setempat,” harap Zakaria.

Kalau tingkat kerjasama masyarakatnya baik dan kuat serta di dukung oleh pemerintah desa, insya ALLAH para pengedar narkoba akan mundur untuk menyebarkan narkoba di desa tersebut,” tutup Zakaria Kasi P2M BNNK Sumbawa Barat.

Di tempat yang sama pemateri dari  Kanit 1 Satresnarkoba Polres Sumbawa Barat penanganan kasus Narkoba yaitu Penanganan khusus, AIPDA Anwar dalam hal ini mewakili Kasat Narkoba Polres Sumbawa Barat AKP M.Fatoni SH, menyampaikan terkait penindakan hukum tindak pidana narkotika.

Lanjutnya dijelaskan juga data peredaran narkoba di pulau sumbawa, yang kebanyakan di wilayah sumbawa yaitu di Alas, ada juga di Dompu, Bima dan kadang – kadang datang dari Mataram.

Ia mengatakan untuk wilayah KSB akhir – akhir ini kita ungkap kasus di kelurahan Dalam, Menala, Sampir dan baru – baru juga ungkap kasus di Brang rea.

Kanit Anwar juga menerangkan data ungkap kasus 3 tahun terakhir sejak tahun 2020.

Dalam kesempatan tersebut juga di paparkan undang – undang no 2 tahun 2022 tentang kepolisian, undang – undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika, undang – undang no 5 tahun 1997 tentang psikotropika serta undang – undang kesehatan dari BPOM.

Kanit 1 satresnarkoba Bripka Anwar juga menjelaskan terhadap barang bukti (BB).

” ketika tersangka itu sudah di amankan, dalam waktu 3 hari dari penyitaan itu kita wajib melaporkan ke jaksa,dan seandainya 3 hari tidak bersurat ke jaksa, maka saya sebagai penyidik akan dikenakan hukuman 1 tahun dan denda 1 milyar jika saya mengabaikan pasal 87 ayat 2 tersebut,” terangnya.

Kanit Anwar juga menjelaskan pasal 112 setiap orang tanpa hak atau melawan hukum, memiliki menyimpan atau menyediakan narkotika golongan 1 bukan tanaman, maka paling singkat hukumannya 4 tahun maksimal 15 tahun.

Selain itu dijelaskan juga pasal 114 yang berkenaan untuk bandar narkoba, yang berbunyi barang siapa menawarkan untuk dijual, membeli menerima menjadi perantara untuk jual beli menukar atau menyerahkan narkotika paling singkat 5 tahun atau maksimal 20 tahun,” tandasnya.

Dikesempatan sosialisasi tersebut juga diadakan sesi tanya jawab antara peserta dengan narasumber.

Ditempat terpisah kepala Desa Banjar Syaiful S.sos melalui Sekretaris Desa Banjar Doni menyampaikan tanggapannya terkait sosialisasi bahaya dan pencegahan narkoba.

“Secara garis besar kita di pemerintahan siap memantau ke segala bidang, termasuk di bidang ketentraman salah satunya di narkoba, kita sudah memilah mengantisipasi terutama pemuda – pemuda sekarang ini tidak terjerumus narkoba, makanya proses sosialisasi ini coba mulai kami angkat menjadi bahan utama untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya narkoba,” tuturnya.

Baca juga: Tak Kenal Hari Libur, Satgas TMMD 114 Bersama Masyarakat Bahu Membahu Tuntaskan Setiap Sasaran 

Ia menambahkan kedepannya setelah proses ini kita layak lanjuti untuk kita bersurat minta di laksanakan tes urine untuk masyarakat atau pelajar,” pungkasnya.(Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here