Kota Banjar Obormerahnews.com-Curah hujan yang menguyur daerah Tasikmalaya yang terjadi pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 10-11 September 2022 mengakibatkan debit air di sungai Citanduy meningkat drastis dan ini menjadi dampak jebolnya pembangunan bendungan leuwikeris yang masih dalam proses pekerjaan.

Baca juga: Artis Yudi Uing Yang Sukses Jadi Kades Ramaikan Milangkala Obormerah Ke-4, Ada Ketua PWI DKI

17 excavator hilang hanyut tergerus air sungai Citanduy dan sampai saat ini informasi terakhir yang ditemukan hanya satu unit excavator .

Hanyutnya 17 excavator dikabarkan saat itu sedang dalam proses pekerjaan bendungan leuwikeris yang masih dalam proses pekerjaan ditaksir pemborong akan mengalami kerugian dari dampak jebolnya bendungan Lewi keris.

Wakil Walikota Banjar Nana Suryana mengabarkan adanya 15 Desa /kelurahan di kota Banjar yang berdampak jika ada keruntuhan atau jebolnya bendungan leuwikeris.

Dikabarkan waktu kejadian debit air Citanduy kawasan Pataruman pada (12/9/2022) jam 05.59 wib sekitar 348 TMA (cm) dengan debit air 235,24 m³/S

Nana mengatakan perlunya antisipasi secepatnya dari sekarang sebelum terjadi, maka Pemkot Banjar harus mengalokasikan coast dan BTT (biaya tak terduga) untuk penanganan nanti jika benar benar terjadi bencana,”paparnya

Baca juga: Seorang Ustad Diusir Satpam Saat Belanja di Yogya Deptstore, Penyebabnya Karena Ini

ini yang harus kita pikirkan dari sekarang jangan seperti di daerah lain angaran perahu dan lain lainnya tidak ada,” tegas wakil walikota Nana Suryana.(Jun)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here