Kab.Pangandaran Obormerahnews.com-Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Pangandaran  H. Agus belum memberikan keterangan terkait dugaan penggelapan uang tabungan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Kedungwuluh Padaherang yang nilainya mencapai Rp119 juta.

Baca juga: Lampu Taman di Pangandaran Banyak Rusak, Warga Pertanyakan Anggaran Pemeliharaan di DLH

Kasus dugaan penggelapan uang tabungan siswa di sekolah tersebut mencuat, setelah sejumlah orang tua yang anaknya sudah lulus tahun 2022 bereaksi, karena uang tabungan yang mereka titip selama 6 tahun tidak dibagikan.

Mereka pun ramai-ramai menagih uang tabungan itu kepada pihak sekolah. Langkah itu sudah dilakukan berulang kali tapi belum ada itikad baik dari pihak sekolah.

Salah satu orangtua siswa, Lina (44) berharap, pihak sekolah segera membagikan uang tabungan anaknya yang sudah dititip selama 6 tahun, sebesar Rp 10 juta.

Menurut dia, uang tabungan itu sangat dibutuhkan untuk keperluan biaya persiapan melanjutkan pendidikan di tingkat SMP.

“Pokoknya tabungan siswa harus dikembalikan. Karena kami sangat butuh. Ini malah tidak dibagikan, ” cetusnya.

Mereka juga berharap kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran untuk membantu mengurai permasalahan tersebut.

Mereka juga mengancam untuk melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum.

“Jangan salahkan kami bila pihak sekolah tidak mengembalikan uang tabungan anak, maka orang tua siswa akan melaporkan permasalahan ini ke pihak aparat penegak hukum,” tandasnya.

Ketua komite SDN 3 Kedungwuluh Ajis Suryana membenarkan, awalnya pihak komite tidak tahu ada permasalahan uang tabungan milik siswa tersebut, tetapi setelah sodara E di mutasi (pindah) ke sekolah baru muncul masalah tersebut.

“Saya baru mengetahui permasalahan tersebut dari kepala sekolah yang baru menjabat dan setelah mengetahui pihaknya memohon kepada kepala sekolah agar bisa menghadirkan sodara E untuk membuat surat perjanjian atou pertanggungjawaban,”jelasnya.

Ajis mengaku sudah meminta kepada pihak sekolah untuk memberi pelaporan tabungan tiap bulan,karena komite harus tau segala sesuatu tetang urusan sekolah,mudah mudahan ini akan dijadikan pembelajaran agar tidak terulang kembali,” terangnya

Sementara itu, Ketua PGRI Kecamatan Padaherang Endis Sopandi mengaku baru mengetahui pernasalahan tersebut, dan dirinya berjanji akan membantu menyelesaikanya.

“Kami akan mengundang semua unsur pihak terkait baik dari guru insial E yang sudah pindah dan akan mengundang seluruh orang tua siswa yang tabungannya belum di bayar,” ujarnya.
Dengan dilaksanakannya musayawarah, sambung dia, nanti akan dapat menemukan penyelesaian dan titik temu.

Namun begitu, dia juga mempersilahkan kepada orang tua siswa, untuk melangkah lebih lanjut jika tidak ada penyelesaian persoalan tersebut

Terpisah, oknum guru berinisial E mengaku, khilaf telah mengunakan uang tabungan untuk kepentingan pribadi.

Menurut E, Uang tabungan siswa yang ia gunakan jumlahnya sebesar Rp 149 juta, namun sudah ia kembalikan sebesar Rp 30 juta jadi sisanya tinggal Rp 119 juta,” Jelasnya

Gunakan uang tabungan, E beralasan atas dasar pinjaman pribadi dan sudah di ketahui oleh kepala sekolah pada waktu itu.

“Kami sudah berupaya untuk mengembalikan uang tersebut kepada orang tua siswa dengan jangka waktu yang sudah di sepakati.”tegasnya.

Baca juga: Audiensi Usai, 4 Tuntutan DPD LPM Disepakati Komisi IV DPRD Kab.Tasik

E menceritakan, pada tahun 2019 dirinya menjadi bendahara di sekolah tersebut, bahkan E mengaku ada sedikit kelalaian mengenai keuangan sekolah dari segi pengeluaran dan administrasi sehingga pada akhirnaya mencul permasalah tersebut dan memojok ke diri saya,emang saya akui mungkin pada waktu itu saya yang kurang teliti,”pungkasnya.(Rvn)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here