Mataram Obormerahnews.com’Di era digital saat ini, mayoritas nelayan (khususnya di NTB) masih mengandalkan insting dan pengalaman saat melaut maupun memasarkan, dan kurang memanfaatkan teknologi termasuk teknologi informasi. Kurangnya penguasaan teknologi sangat mempengaruhi hasil tangkapan ikan, dan berpengaruh pada kondisi ekonomi masyarakat pesisir khususnya nelayan. Hal tersebut diungkapkan Muhammad Arwan Rosyadi, S.Sos., M.A. saat memandu Simulasi dan Praktik Literasi Digital dan Sosial di Kuranji Bangsal Desa Kuranji Dalang, Lombok Barat pada Jumat 30 September 2022 lalu.  

Baca juga; Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Kapolri Tegaskan Usut Tuntas Peristiwa Kanjuruhan! 

Simulasi dan praktik tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian  Tim Program Studi Sosiologi Universitas Mataram yang diketuai Muhammad Arwan Rosyadi. Bersama tiga dosen lainnya (Ir. Syarifuddin, M.Si., Suthami Ariessaputra, ST., M.Eng, dan Khalifatul Syuhada, S.Sos., M.Sosio) serta sejumlah mahasiswa dan alumni, dilaksanakan fasilitasi pembentuykan dan aktivasi kelompok nelayan muda Kuranji Dalang yang berlangsung dari Juli hingga September 2022. Fasilitasi pada kelompok nelayan muda ini bertujuan (1) meningkatkan pemahaman nelayan tentang pentingnya literasi digital dan sosial di era informasi saat ini, (2) lebih terampil mengakses informasi kelautan, perikanan, kenelayanan serta jaringan-jaringan sosial yang terkait, dan (3) memfasilitasi pembentukan dan aktivasi kelompok nelayan muda yang aktif dan melek literasi.

Fasilitasi pembentukan kelompok nelayan muda diawali dengan mapping calon anggota kelompok nelayan muda Kuranji Bangsal pada awal Juli 2022, dan dilanjutkan dengan focus group discussion bersama calon anggota/pengurus kelompok nelayan (khususnya nelayan muda) pada 22 Juli 2022. Pada pekan berikutnya diadakan diskusi Kembali dan disepakati terbentuknya kelompok nelayan muda dengan nama Semeton Segara serta jajaran pengurusnya (Adimah sebagai Ketua). 

Baca juga: Sambut HUT TNI Ke-77 Kodim 1628/SB Gelar Olahraga Bersama.

Tahapan kegiatan berikutnya adalah fasilitasi aktivasi yang berupa simulasi dan praktik literasi digital dan sosial pada 9 hingga 30 September 2022. Pada simulasi dan praktik ini, nelayan muda Kuranji Dalang diberikan contoh dan mempraktikkan langsung akses informasi kenelayanan, seperti akses informasi cuaca melalui web/aplikasi dari BMKG, pasang surut air laut di pasanglaut,com, arah dan kecepatan angin di windy.com, maupun peta laut di navionics, serta informasi lainnya. Nelayan juga mempraktikkan penggunaan fishfinder untuk megukur kedalaman laut, mengecek suhu air laut, serta mendeteksi keberadaan ikan. Nelayan juga diperkenalkan dan terlibat dalam komunitas kenelayanan di dunia online.(Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here