” Cabang yang sering dilombakan seperti Tilawah Al-Qur’an (anak dan dewasa) dan beberapa cabang hapalan Al -Qur’an( Hifdzil Qur’an) juz pendek.Sedangkan MTQ yang lebih tinggi memiliki cabang yang lebih beragam seperti Syahril Qur’an, Fahmi Qur’an, Khatil Qur’an,” ujarnya.

Kades Suwardi memaparkan, selain sebagai ajang kompetisi, STQ juga bertujuan untuk meningkatkan kecintaan dan pemahaman masyarakat terhadap Al – Qur’an di tingkat akar rumput.

Baca juga: Tiga Calon Direksi PDAM Bertemu Langsung Bupati Tasikmalaya, Siapa Yang Dapat Wangsit Tirta Sukapura?

” STQ adalah proses seleksi di tingkat paling dasar sebelum peserta terbaik berkumpul dalam ajang yang lebih besar yaitu MTQ,” pungkasnya.(Red)

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version