Sementara Kepala Bidang Ciptakarya di Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman (DPUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran Dede Tatang mengatakan, program pengelolaan dan pengembangan sistem air limbah tersebut akan berjalan sesuai tahapan.

“Program sanitasi Desa menjadi hal utama dalam upaya menangani masalah stunting, langkah ini untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama anak yang rentan terhadap stunting akibat kurangnya gizi dan sanitasi yang buruk,” kata Dede Tatang.

Tujuannya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi yang layak di pedesaan.

Kementerian Kesehatan menyatakan, prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi, khususnya di daerah pedesaan.

Penyebab stunting adalah kurangnya sanitasi yang memadai, seperti akses air bersih dan fasilitas pembuangan limbah yang aman.

“Dalam pelaksanaannya, program sanitasi Desa prioritas stunting akan fokus pada Desa yang memiliki angka stunting tinggi,” jelas Dede Tatang.

Langkah yang dilakukan, antara lain pembangunan sarana sanitasi, penyuluhan tentang pentingnya sanitasi yang baik, serta pelatihan bagi masyarakat desa untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Baca juga: Kapolsek Brang Rea Hadiri Pawai Ta’aruf MTQ ke-XX Tingkat Kecamatan di Desa Bangkat Monteh

“Keberhasilan program sanitasi desa ini akan menjadi langkah besar dalam menekan angka stunting,” pungkasnya (*)

FOTO : Pabrik Biovisi Bioseptic Tank unggulan untuk program sanitasi desa

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version