“Saya memang hobi bernyanyi. Ketika ada lomba karaoke di PORWADA, saya melihat ini sebagai kesempatan untuk ikut memeriahkan acara sekaligus menjalin silaturahmi dengan teman-teman wartawan dari berbagai daerah. Menang tentu menjadi harapan, tetapi kebersamaan jauh lebih penting,” ujar Sutan.

Ia mengaku sengaja memilih dua lagu tersebut karena sesuai dengan karakter vokalnya yang lebih nyaman membawakan lagu-lagu pop bernuansa melankolis.

“Saya memilih lagu yang benar-benar saya kuasai agar bisa tampil maksimal. Yang terpenting bukan hanya teknik bernyanyi, tetapi bagaimana pesan dalam lagu bisa sampai kepada penonton. Alhamdulillah respons yang diberikan sangat baik dan itu menjadi kepuasan tersendiri bagi saya,” katanya.

Sementara itu, Erlina menilai lomba karaoke menjadi salah satu warna yang membuat PORWADA terasa lebih hangat. Menurutnya, ajang tersebut membuktikan bahwa keluarga besar wartawan memiliki banyak talenta di luar profesi jurnalistik.

“Saya mengikuti lomba ini untuk memeriahkan PORWADA sekaligus memberikan dukungan kepada seluruh kontingen PWI KSB. Ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang mempererat silaturahmi keluarga besar wartawan dan IKWI se-NTB,” ujar Erlina.

Baginya, panggung karaoke bukan sekadar tempat bernyanyi, tetapi ruang untuk berbagi kebahagiaan dan memperkuat rasa kekeluargaan yang selama ini menjadi semangat PORWADA yang digelar dua tahun sekali.

Baca juga: Jaga Kesehatan Warga Binaan, Lapas Sumbawa Besar dan Dikes Sumbawa Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan

Kemeriahan penampilan kontingen PWI KSB ternyata belum usai. Di penampilan terakhir kontingen KSB, Ketua PWI KSB, Khairil W. Zakariah, turut ambil bagian memeriahkan panggung karaoke. Dengan karakter suara rock yang menjadi ciri khasnya, ia membawakan lagu Menanti Kejujuran, lagu legendaris yang dirilis pada 1991 dalam album Laskar milik Gong 2000, band rock bentukan Ian Antono bersama Gus Haryo.(Red)

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version