Selain itu, Khoer menyebutkan sejauh ini tidak ada kegiatan unggulan yang dikerjakan oleh Ino untuk Kabupaten Pangandaran.
Persoalan lainnya adalah soal stunting, di mana Kabupaten Pangandaran menjadi nomor terbaik dalam angka stunting. Mestinya kata Khoer, harus bisa mempertahankan program tersebut jangan bisanya diam dan nonton saja apalagi yang dikerjakan yang tidak penting dan bermanfaat.
Padahal pemerintah pusat sangat fokus dalam menangani stunting dan berkait dengan visi Indonesia emas. Ini juga kita tahu sejalan dengan visi gubernur dalam peningkatan SDM,” ujarnya.
Lalu soal membantu kerja bupati, Khoer menyampaikan bahwa banyak beban kerja bupati yang dipikul sendirian tanpa dibantu wakilnya, Khoer mengungkapkan saat unjuk rasa mahasiswa, bupati sendirian menghadapinya, sementara sang wakil bupati malah ngacir entah kemana
Dia mengatakan bahwa selama ini, Ino cenderung mewakilkan tugasnya kepada Sekda dan pejabat terkait. Padahal banyak dari kegiatan pemda itu agenda penting untuk pembangunan Pangandaran.
Untuk itu, Khoer pun meminta agar Gubernur Dedi Mulyadi benar-benar mengecek kinerja Ino dalam evaluasi waktu dekat.
Dia bahkan meminta agar Ino betul-betul di evaluasi dengan total kinerjanya.
“Jika perlu, dari laporan yang dipaparkan nanti, Dedi Mulyadi menurunkan tim untuk mengecek fakta di lapangan seperti apa,” katanya.(Riz)**
