“Perangkat desa, jangan main-main dengan uang negara,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cisarua H Teteng mengakui kejadian raibnya dana Bumdes tersebut.

“Benar sekali Dana Bumdes tersebut sudah raib,” ungkapnya kepada Obormerahnews.com.

Namun ia menjelaskan, jika sebagian uang Bumdes yang dipinjam oleh para anggota sudah dikembalikan, namun sisanya masih di ketua Bumdes

Ia kata dia, sisanya sekitar Rp100 juta masih dipegang oleh ketua bumdes. Ia juga mengaku kesulitan menghubungi ketua Bumdes untuk meminta penjelasannya terkait uang Bumdes raib.

“Susah dihubungi. Saya sudah mencoba menelepon berkali-kali.namun nomor hpnya sudah diganti,” kata kuwu Teteng

Baca juga: Usai Dilantik, Bupati Cecep Nurul Yakin Siap Tertibkan Tambang Ilegal di Galunggung

Ia mengatakan sudah mengirimkan tim perwakilan ke tempat tinggalnya namun belum ada respon,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BUMDes Cisarua Kecamatan Langkaplancar Asep Kotek membantah melarikan diri atau tidak mau bertanggungjawab setelah mencuatnya kasus dugaan Bumdes

Asep menjelaskan bahwa tidak benar kami kabur ataupun tidak mau tanggungjawab,” ujar Asep saat dimintai tanggapanya melalui telepon aplikasi Whatsapp, Minggu (8/6/2025).

Asep menyebut dirinya tetap komunikasi dengan kades H Teteng meminta waktu untuk mengembalikanya pada bulan agustus karena sedang berada diluar kota

Faktanya kami selalu komunikasi dengan kades Cisarua untuk meminta waktu, karena kami sedang usaha diluar kota” kata Asep

Namun, Asep mengakui bahwa uang Bumdes Rp150 juta,, dirinya siap mengembalikan kembali sebesar Rp100 juta. Hal ini dilakukan demi menjaga kondusivitas warga.

Baca juga: Kapolres Sumbawa Barat serahkan Hewan Qurban Secara Simbolis Kepada Masyarakat, Polres KSB Qurban 60 ekor Sapi

“Kami siap mengembalikan uang Bumdes sebesar Rp100 pada bulan agustus,” ucap Asep.(RD)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version