Dalam arahannya, Brigjen TNI Sjasul Arief menekankan pentingnya pendekatan teritorial yang humanis serta komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. Ia menyebut bahwa keberhasilan tugas kewilayahan tidak semata diukur dari jumlah kegiatan atau output administratif, namun lebih pada seberapa dalam TNI dapat membangun komunikasi sosial yang efektif, mengenali potensi konflik sejak dini, serta membangun kemitraan yang kuat dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, dan elemen sipil lainnya.

“Kemitraan yang kuat adalah modal utama dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah. TNI harus hadir dengan hati, mendengar dengan empati, dan bertindak dengan solusi,” tegas Danrem.

Baca juga: Polsek Seteluk Laksanakan Patroli Dialogis, Ajak Warga Antisipasi TPPO dan Jaga Kamtibmas

Dengan pelaksanaan sertijab ini, diharapkan kesinambungan komando dan pembinaan di Kodim 1628/Sumbawa Barat dapat terus berjalan lancar, adaptif terhadap dinamika wilayah, serta semakin memperkuat citra TNI yang profesional dan dicintai rakyat.(Penrem)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version