Ketua MUI Kecamatan Maluk, Ustaz Moh. Asriwandi, S.Pd.I., mengajak masyarakat menjadikan usia 18 tahun Desa Mantun sebagai momentum memperkuat rasa syukur sekaligus persatuan.
Menurutnya, Desa Mantun dihuni masyarakat yang majemuk dengan beragam latar belakang suku dan budaya. Keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan dalam membangun desa.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Dari manapun kita berasal, karena kita sudah menjadi warga Desa Mantun, maka mari sama-sama kita bersatu dan makmurkan Desa Mantun,” pesannya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menaati ajaran agama, aturan pemerintah, dan norma sosial.
“Taat kepada kaidah agama, taat kepada Allah SWT, taat kepada peraturan pemerintah, dan taat terhadap aturan-aturan sosial. Ini yang harus kita jalankan bersama,” ujarnya.
Selain itu, warga diajak memperbanyak istigfar, mendoakan para pemimpin, serta menjaga hubungan baik dengan tetangga melalui silaturahmi.
“Selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia dari-Nya,” katanya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz Moh. Asriwandi.
Usai istighosah, Pemerintah Desa Mantun membagikan kupon bazar UMKM kepada warga yang hadir. Setiap kupon dapat ditukarkan dengan makanan atau jajanan senilai Rp15 ribu di lapak UMKM yang telah disiapkan.
Sebanyak 70 lapak UMKM berjajar di sepanjang jalan depan Kantor Desa Mantun. Ratusan warga kemudian menyerbu lapak-lapak tersebut untuk menukarkan kupon yang mereka terima.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian Harlah Desa Mantun sekaligus upaya melibatkan masyarakat dalam menggerakkan aktivitas ekonomi pelaku UMKM lokal.
Baca juga: Gempa M2,6 Guncang Kota Tasikmalaya, Getaran Terasa hingga Ciamis
Kegiatan turut dihadiri jajaran Forkopimcam Maluk, Babinsa Desa Mantun, Bhabinkamtibmas Desa Mantun, Kepala Desa Maluk, Sekdes Pasir Putih, Ketua LATS Kecamatan Maluk, Ketua BPD Mantun, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, AGR, pendamping desa, serta ratusan warga.(Red)
