Sumbawa Barat Obormerahnews.com-Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya AL -Qur’an pertama kali dari ALLAH SWT Kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril di Gua Hira pada malam 17 Ramadhan.
Baca juga: Ketua DPRD Pangandaran Tinjau Longsor di Lokasi Relokasi Warga PW
Umat islam biasanya memperingati malam Nuzulul Qur’an tersebut dengan ibadah seperti tadarus AL-Qur’an,Doa bersama dan Iktikaf untuk meningkatkan ketakwaan kepada ALLAH SWT.
Peringatan Nuzulul Quran tersebut dilaksanakan pula di Masjid Miftahul Jannah Desa Mantun Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat, pada Sabtu malam 25 Ramadhan 1447 H (14/3/2026), pukul 21.00 Wita.
Dalam peringatan Nuzulul Qur’an ini mengambil tema Al Qur’an sebagai wahyu dan mukjizat yang terpelihara serta pedoman hidup yang menyelamatkan manusia dunia dan akherat.
Ketua Panitia Ustadz M.Nasir
dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Camat Maluk, Pemerintah Desa Mantun, Bhabinkamtibmas yang mewakili Kapolsek Maluk, Ketua MUI Kecamatan Maluk, serta para undangan yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.
Ustadz M.Nasir menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan ini banyak kekurangan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim sapari ramadhan dari Lombok Timur yang sudah hadir di Desa Mantun memberikan pelayanan dan pendidikan keagamaan kepada anak anak yang ada di desa Mantun dari malam puasa pertama sampai malam ini
Di tempat yang sama Kepala Desa Mantun Heri Wibowo, S.ST dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia hingga peringatan Nuzulul Qur’an bisa terlaksana tanpa hambatan. Kades Heri juga menyampaikan kalau di Desa Mantun selama bulan suci ramadhan kedatangan santri santri, yang mana
setiap tahun para ustadz dan santri tersebut selalu hadir di Desa Mantun.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi momen perpisahan masyarakat Desa Mantun dengan para ustadz dan santri dari Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits Al Majidiyah Assyafi’iyah Nahdlatul Wathan Anjani Lombok Timur.
Menurutnya, setiap tahun para ustadz dan santri tersebut selalu hadir di Desa Mantun untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki dengan mengisi kegiatan keagamaan di berbagai masjid dan mushalla di desa tersebut.

