Melalui lomba layang-layang itu, ia berharap layang-layang tetap bisa menjadi permainan tradisional favorit masyarakat di tengah serbuan permainan online lewat gadget seiring perkembangan teknologi.

“Masyarakat kan juga butuh hiburan ya, apalagi kemarin hanya sedikit pesertanya, untuk yang kedua ini kita buat open, artinya bisa dari daerah atau wilayah lain mengikuti loma layang-layang ini,” jelasnya

Layang-layang ke depan bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata karena mampu menyedot antusias warga luar Kecamatan Salopa untuk menonton

Salah satu peserta, Ade Jeprur mengatakan, lomba layang-layang ini sudah disiapkan sejak dua hari lalu dan ini merupakan kegiatan hiburan yang bisa mengisi waktu luang.

“Membutuhkan waktu setidaknya satu hari untuk mempersiapkan layang-layang yang akan dilombakan,” kata Udin

“Saya buat sendiri dari bambu, kertas, lem, dan tali rafia. Emang suka ‘layangan’ dari dulu. Harapan saya, bisa melestarikan tradisi. Jangan sampai punah,” katanya.

Baca juga: Proyek Jalan Milik CV Darma Bakti Utama di Desa Girikencana Diduga Asal-asalan, Warga Sebut Mirip “Taplok Galengan”

Pemenang lomba layang-layang yaitu juara 1 Ebod dari jamupu kecamatan Salopa, juara 2 ada uang pembinaan dan piagam penghargaan diberikan kepada family rose salopa.(Muhtar)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version