“Pasca bersurat ke Kementan,kita inten sharing, komunikasi koordinasi dengan pihak PT Pupuk Indonesia Unit Kerja Garut- Tasik dalam rangka menggali data dan mengungkap pakta untuk kepastian kedepan tentang hak petani, sejalan dengan kampanye nasional mengenai swasembada pangan, Kami yakin PT Pupuk Indonesia akan melakukan penindakan terhadap Distributor nakal”.
Dedi pun mnambahkan, jika PT Pupuk Indonesia leket dalam bersikap, maka Masyarakat Tasikmalaya wajib mempertanyakan bahkan menggugat Pupuk Indonesia sesuai dengan Ketentuan dan tupoksi mereka, bila perlu kita ngabring( beramai-ramai) datang ke Kementan agar siapapun oknum di Pupuk Indonesia yang mempersulit hak petani supaya di pecat.
“LPM tak akan gentar dan tak akan berhenti berjuang dalam memberantas Mapia Pupuk” paparnya dengan penuh semangat
Disinggung mengenai sikap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya khususnya Dinas Pertanian, LPM menyampaikan perjalanan kurang lebih sebulan melakukan pergerakan konsentrasi memberantas mapia pupuk namun tak ada respon apapun dari Dinas Pertanian padahal para BPP dalam hal ini sangat mengetahuinya.
“Tentunya Kami sangat terbantu oleh rekan-rekan media, namun selama ini kami rasa tak ada respon apapun, samasekali para pihak terkait (Dinas atau KPPP) gak ada tuh yang konfirmasi, maka timbullah pertanyaan LPM kepada Pemda kab.Tasik dan KPPP ,apakah mereka tutup mata terhadap Mapia pupuk atau mereka tidak mendukung program Presiden, Asta Cita terkait Swasembada Pangan? Hal ini mohon. Pemerintahan Pusat menanyakan karena hal yang sangat penting untuk sinkronisasi dan keberhasilan program Nasional”
Bahkan LPM akan bersurat ke Presiden cq Menteri Pertanian atas sikap Pemda Kabupaten Tasikmalaya (Dinas Pertanian) agar di audit atau di teliti demi terwujudnya Program Nasional Swasembada pangan.
” Logikanya mau sehebat apapun ,setegas apapun segencar apapun Pemerintah Pusat, Presiden dan Menteri mengkampanyekan Program prioritas tidak akan berhasil jika di tingkat Pemerintah Daerah tidak mendukung, seperti terindikasi dengan Pemda atau Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya,”Pungkasnya.
Sampai berita ini dilansir, Obormerah beberapa kali menghubungi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya via WhatsApp tetapi tak ada respon.(Tim)**

