Untuk memastikan mutu benih yang dihasilkan, Dinas Pertanian menggandeng sejumlah lembaga teknis sebagai narasumber. Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Nusa Tenggara Barat akan memberikan pendampingan terkait proses sertifikasi dan pengawasan benih. Sementara Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) bersama pelaku usaha penangkar benih akan berbagi pengalaman mengenai teknik produksi, manajemen usaha, serta tata kelola perbenihan yang baik.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menargetkan mampu memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan benih di daerah. Peningkatan produksi benih lokal diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah sekaligus memperkuat kemandirian sektor pertanian.

Jamilatun optimistis program mandiri benih tidak hanya akan menjamin ketersediaan benih berkualitas bagi petani, tetapi juga melahirkan penangkar benih unggul yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca juga: Badaruddin Duri Dorong Lulusan Beasiswa AMMAN Manfaatkan Peluang Kerja

“Kami berharap petani KSB mampu menjadi mitra pemerintah yang mandiri, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat dan melahirkan penangkar benih unggul di daerah,” pungkasnya.(Red)

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version