Ia mengungkapkan Rembuk Stunting ini sengaja digelar sebagai strategi kami dari Pemerintah Desa Bukit Damai upaya apa yang harus dilakukan untuk menurunkan angka Stunting.

” Untuk percepatan penurunan angka Stunting di Desa Bukit Damai, panitia memantau anak yang kena Stunting di bantu oleh Kader Posyandu, Kader PKK Desa ,” terang Bidan Suppi.

Bidan Suppi memaparkan, untuk di Desa Bukit Damai hasil pendataan di Bulan Pebruari 2024, jumlah angka Stunting sebanyak 11 anak, akan tetapi yang 2 orang anak sudah tidak masuk kategori usia balita lagi dan sudah keluar, sedangkan 1 orang anak sudah pindah tempat tinggal keluar pulau Sumbawa.

” Dalam hal ini, kami bekerjasama dengan Yayasan Peduli Care (YCP), adapun untuk ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK) dan ibu menyusui yang resiko Stunting dilakukan pemberian makanan tambahan ( TMT),selama 39 hari, sedangkan yang berat badannya kurang dari usianya (Westing) di kasih makanan selama 3 bulan,” ujar Bidan Suppi.

Baca juga: Sat Res Narkoba Polres Sumbawa Barat Ringkus Terduga Pengedar Sabu

Tampak hadir dalam Rembuk Stunting tersebut Kepala Desa Bukit Damai Suwardi, ibu Ketua TP- PKK Desa Bukit Damai Eli Rosita,Bidan Desa bukit Damai Suppi Puspita Dewi, A.Md.Keb, Ketua BPD M.Nur, SE, Kader Posyandu, Kader PKK, Babinsa Kopda M. Fahri, Bhabinkamtibmas Bripka Wawan Gunawan dan masing-masing perwakilan dari tiap Dusun.(DND)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version