Ia menambahkan kemudian, yang lebih penting lagi keberlanjutan dari tahapan tahapan yang sudah dilakukan, (1) penguatan kapasitas SDM dimana yang awalnya kita tidak bisa hingga menjadi bisa cara mengelola sampah yang ada di sekitar kita menjadi sesuatu yang bermanfaat,(2).Keseriusannya siapa yang akan menginisiasi dalam membentuk kelembagaannya, karena ini tidak bisa kita terapkan sendiri harus ada kelembagaan melalui Bumdes, PKK atau di sekolah. Mungkin ada suatu komunitas atau kelompok yang bisa sebagai wadah untuk mempraktekan seperti ini.

” Sehingga akan ketemu pada titik yang bisa menghasilkan uang memberikan manfaat, yang awalnya menjadi pekerjaan coba-coba atau amatiran ujungnya bisa menjadi suatu usaha atau profesi,” ungkapnya.

Budidaya Maggot ini prosesnya tidak lama cuma butuh waktu 10 hari,dari pembenihan mengumpulkan sampah organik 10 hari bisa menjadi uang, kalau setiap hari kita lakukan maka setiap hari kita mendapatkan uang, dalam satu kantong 100g Maggot seharga Rp 25. 000 ,kalau kita menghasilkan lebih banyak lagi maka menjadikan sebagai usaha yang ekonomi.

” Kami akan berupaya mencari informasi tentang bahan -bahan baku yang bisa didapatkan untuk menjadi media sarana ini, sekiranya nanti di butuhkan oleh kelompok- kelompok yang lebih besar yang akan di kelola oleh kegiatan Desa, Sekolah dan Kelompok,” ujarnya.

Baca juga: Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah PAW Anggota BPD Maluk

Kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam Sosialisasi budidaya Maggot yang di hadiri oleh Pihak External Relation PT AMNT, Campus Cordova, Pelajar SMKN 1 Maluk, Ibu-Ibu PKK Mantun dan masyarakat Desa Mantun.(Red)

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version