Sementara itu, Bupati Pangandaran  Jeje Wiradinata saat ditanya soal rencana bakal mencari pinjaman Rp350 miliar? mengatakan Kan gini, anggaran defisit, anggaran defisit itu kan darimana? Rencana anggaran 2023 itu defisit sebesar Rp300 miliar karena ingin menyelesaikan infrastruktur

Jeje memjelaskan bagaimana 300 miliar itu maka ada dua yaitu pertama dari silpa, dan yang kedua dari pinjaman.

Namun, sambung Jeje, pinjaman ini harus sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, artinya tidak menekan APBD

Jeje mencontohkan, misalkan PAD kita Rp 250 miliar. Nah kalau kita bisa bayar 50 milar maka tidak mengganggu APBD yang lain, kira-kira begitu cara berfikir,” ucapnya

Jeje mengaku, TPAPD ingin dibayarin, jadi kalau desa ingin dibayarin sama RT itu sebesar Rp40 miliar, termasuk bagi hasil akan diselesaikan

Jeje pun menyinggung soal PBB terkesan kembali lagi menyalahkan pemerintah, padahal desa yang masih menunggak bayar PBB itu hampir 20 miliar belum masuk selama 5 tahun, ini juga kan jadi persoalan.

“Saya sedang berfikir bagaimana membuat sistem pendapatan daerah jadi kalau 300 miliar jangan sekaligus karena berat harus di tahun yang panjang.

Tapi, sambung Jeje, alhamdulillah seluruh persoalan infrastruktur itu akan selesai semua di tahun 2024 sehingga kesannya bupati yang akan datang lebih ringan

“Jadi kalau kita pinjam uang dilakukan maka seluruh infrastruktur tahun 2024 sudah selesai,” ucap Jeje

Baca juga: Dinas PUPR, Pemdes Maluk dan Mantun Gelar Sosialisasi Diskusi Perizinan Bidang Kontruksi

Jeje berjanji semua akan dibayar habis bulan agustus tahun ini,” pungkasnya.(RD)**

1 2
Share.

Comments are closed.

Exit mobile version