Saat ini, program telah memasuki tahap penanaman rumput gajah sebagai sumber pakan serta pembangunan kandang kolektif. Penanaman rumput gajah telah dilakukan sejak satu bulan terakhir di 13 titik yang tersebar pada delapan kecamatan, kecuali Maluk.

Dari total 18 kelompok plasma, sembilan kelompok menjalankan kegiatan pengembangan ternak, sementara sembilan kelompok lainnya fokus pada penggemukan sapi. Pemerintah daerah menyiapkan 400 ekor sapi betina siap bunting untuk kelompok pengembangan, 800 ekor pedet jantan untuk penggemukan, serta 18 ekor sapi jantan pemacek. Dengan demikian, total bantuan ternak mencapai 1.218 ekor sapi Bali.

Amiruddin menegaskan, pemerintah daerah menargetkan distribusi ternak mulai dilakukan pada Agustus 2026. Untuk memastikan keberhasilan program, para fasilitator juga akan mendapatkan pelatihan khusus dari tenaga ahli Universitas Mataram terkait teknik budidaya, manajemen pemeliharaan ternak, serta pendampingan kelompok peternak.

Baca juga: Delapan Kandidat Bersaing Jadi Sekda Pangandaran, Seleksi Pertama Soal Rekam Jejak

“Semoga Program KSB Maju Luar Biasa bidang agribisnis sapi Bali bisa sukses dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(Red)

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version