Untuk mencapai pers yang professional dibutuhkan banyak terobosan. Soal kode etik dan etika jurnalistik diakuinya hampir semuanya sudah dipahami wartawan. ‘’Soal itu kita sudah hatam, demikian juga soal UU pers. Penting dan ini juga saran, salah satu program di PWI KSB ke depan adalah tradisi intelektual. Tradisi diskusi untuk memperkaya pengetahuan kita,’’ harapnya.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan wartawan senior ini untuk menyampaikan beberapa hal penting. Terutama kaitannya dengan persoalan dan masalah yang terjadi dalam dunia jurnalistik. Agus Talino menyebut berdasarkan rilis dari Dewan Pers dari Januari hingga Februari 2023 atau selama dua bulan telah masuk 134 kasus pengaduan. 45 kasus di antaranya berhasil diselesaikan, sisa 98 kasus masih dalam proses penyelesaian. ‘’Umumnya kasus pengaduan dipicu berita pornografi dan pelanggaran kode etik. 90 persen di antaranya dilakukan oleh media online,’’ ingatnya.
Karenanya, untuk mencegah hal-hal tersebut kembali terulang, selain peningkatan kompetensi, membangun tradisi diskusi menjadi sebuah keharusan. ‘’Bangun tradisi ini, satu bulan sekali kita ketemu, kita diskusi tentang tema-tema tersebut. Mudahan-mudahan ini bisa dilaksanakan PWI Sumbawa Barat,’’ tambahnya.
Sementara itu, Ketua PWI Sumbawa Barat, Hairil W.Zakariah menyebut, sejak terbentuk pertama kali tahun 2021, PWI Sumbawa Barat terus berupaya meningkatkan kapasitas yang dimiliki setiap anggota. Selain pelaksanaan UKW dan mengikuti berbagai pelatihan, PWI Sumbawa Barat juga berhasil melaksanakan sejumlah program guna mendukung pembangunan di daerah. Di antara kegiatan yang dilakukan PWI itu adalah ekspedisi Talonang.
‘’Ekspedisi Talonang ini bukan hanya sekedar kita turun lapangan, tapi kita juga mengabarkan tentang kondisi dan mempromosikan keunggulan yang dimiliki setiap wilayah yang kami kunjungi,’’ katanya.
Baca juga: Diduga Lakukan Fitnah Dan Penyerobotan Tanah, Asep Baron Ancam Laporkan DD Ke Polisi
Terkait pelantikan dilakukan di Kota Mataram, Eril demikian disapa mengaku memiliki dua alasan penting. Pertama, ini sebagai bentuk kecintaan PWI Sumbawa Barat terhadap PWI NTB dan kedua PWI Sumbawa Barat ingin belajar. ‘’Belajarnya apa, kita datang ke ibu kota NTB agar bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan wartawan-wartawan senior secara langsung. Dari situ, banyak pengetahuan dan ilmu yang bisa kita dapat,’’ tambahnya. (Red)

