Sementara itu,Kepala sekolah SDN Labuhan Lalar Sudirman ,S.Pd.,M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan, Pendidikan itu bukan menghafal pengetahuan semata, namun harus ada keterkaitannya dengan lingkungan dimana mereka tinggal yang tentu nantinya anak- anak kita biasa membantu pemerintah Desa dalam menangani lingkungan hidup kedepannya.
“Anak-anak di dunia pendidikan tentu harus diberikan sebuah edukasi terkait lingkungan, seperti contoh penanaman pohon magrove yang nantinya akan bisa menahan abrasi gelombang laut, pohon magrove juga bisa menjadi nursery (lingkungan tempat berkembang biak)biota hewan laut kepiting, udang, ikan dan lainnya,” terangnya.
Lanjutnya, selain itu pula jika pohon magrove bisa tumbuh bagus kedepannya akan menjadi daya tarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.Tentu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat Desa Labuhan Lalar tersebut.
Pihak External PT.AMNT menambahkan, dengan adanya penanaman pohon magrove bukan sekedar seremonial saja, selesai ditanam sudah tanpa ada pengawasan dan perawatan pada pohon magrove tersebut.
Baca juga: Tuntut Hak Guna Usaha PT Nariwati, Ratusan Masyarakat Gelar Audensi di Gor Desa Cayur
“Kami berharap setelah pohon magrove ditanam tolong di rawat dan di pelihara dengan baik,jangan sampai daunnya dimakan oleh hewan dan menjadi rusak.Sehingga kedepannya apa yang kita harapkan bisa tercapai,”tuturnya. (Red)

