“Termasuk akses terbatas ke teknologi penyuluhan yang tidak memadai, dan dampak perubahan iklim terhadap mata pencaharian mereka,” terangnya.

Dosen Sosiologi Murni Universitas Mataram asal KSB ini menjelaskan tujuan dilaksanakan program ini untuk memberikan pendidikan dan penyuluhan tentang pengelolaan air, khususnya mengubah air payau menjadi air minum, sehingga meningkatkan keterampilan dan potensi ekonomi mereka.

” Dengan mendorong keterlibatan masyarakat dan kesetaraan gender, inisiatif ini berupaya meningkatkan kualitas hidup perempuan pesisir dan mempromosikan pengelolaan sumberdaya yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menyampaikan hasil yang diharapkan termasuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan diantara para peserta, peningkatan akses ke air bersih, dan partisipasi perempuan yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya.

Baca juga: Peringatan Ke-96 Hari Sumpah Pemuda 2024, Kalapas : Fondasi Kuat dan Pemersatu Keberagaman Indonesia

” Pendekatan holistik ini bertujuan untuk menciptakan komunitas yang tangguh yang mampu beradaptasi dengan tantangan lingkungan dan ekonomi,” tandasnya.(DND)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version