Dalam implementasinya, AMMAN telah menjalin kerja sama dengan dua pemasok utama di Kecamatan Maluk dan Taliwang, yang mempekerjakan lebih dari 60 orang dari masyarakat setempat. Setiap tahun, area reklamasi tambang membutuhkan 7.000 rol coconet, dengan estimasi per hektar membutuhkan 180 rol.

Senior Manager Corporate Communications AMMAN, Dinar Puja Ginanjar mengatakan, program pemberdayaan yang melibatkan masyarakat lokal ini telah menunjukkan hasil yang positif.

“AMMAN senantiasa mendukung program yang memberdayakan masyarakat sekitar tambang. Selain usaha pembibitan, kami juga melaksanakan berbagai program lain seperti penanaman aren, konservasi mata air, konservasi Gili Balu, dan penanaman mangrove. Semua ini dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan sekitar tambang,” jelas Dinar.

Bagi Budi dan masyarakat Desa Tongo, keterlibatan dalam reklamasi tambang AMMAN bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah langkah menuju masa depan yang lebih hijau dan sejahtera. Dengan terus berkembangnya usaha pembibitan dan dukungan dari AMMAN, Budi optimis bahwa kolaborasi ini akan terus membawa manfaat bagi generasi mendatang.

“Reklamasi ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang menanam harapan untuk masa depan. Kami berharap bisa terus berkontribusi dan melihat Desa Tongo berkembang menjadi desa yang hijau dan makmur,” tutup Budi dengan penuh semangat.

Baca juga: Sinergi Merajut Citra Pemasyarakatan yang Berdampak, Lapas Sumbawa Besar Hadiri Pembukaan Pembentukan Agen Informasi dan Publikasi

Berkat keberhasilan program dalam memberikan dampak bagi komunitas sekitar, program Community Nursery yang diinisiasi oleh AMMAN ini berhasil meraih penghargaan Subroto Awards 2023 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).(DND)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version