“Namu ada salah satu pantia PHBN ada yang mengiyakan.Jadi warga pingin mencari siapa dalang yang mengiyakan piala itu di berikan,”tegasnya.

Seharuanya menurut saya, memperingati hari kemerdekan diisi dengan yang baik – baik dan harus menghargai pengorbanan masyarakat yang berjuang mati matian tanpa batuan dana dari desa sepeserpun.

“Dengan membutuhkan waktu yang sangat lama siang malam bekerja,tapi di hadiahi dengan piala bekas betapa kecewanya warga.

Yang awalnya di gembor – gemborkan oleh pihak desa mengajak warga untuk berjuang mengisi kemerdekaan namun setelah masyrakat berjuang tidak di terima dengan baik malah di beri piala bekas,”pungkasnya.

Sementara itu tokoh pemuda Anisa Yusuf menambahkan,sebelum warga mendatangi kator desa purwajaya pihak panitia melalu pak kadus sudah memberikan uang Rp 400 ribu tanda apresiasi,tetapi pihak warga bersepakan untuk mengembalikanya.

Menurut Anisa, warga melakukan aksi ini bukan meninta untuk di rupiahkan,tetapi ini trkait harga diri warga dusun sindangsi dari desa.

“Sebetulnya tentang piala bekas tersebut semuanya sudah mengetahui dan sudah di akui oleh kepala desa,namu ketika kita mau kelaripikasi mempertanyak hanya bilang cukup tidak tahu.

Padahal setiap tindakan itu pasti ada perencanaan terlebih dahulu,nah kita pingin tau siapa dalngnya.

Baca juga: Bantah Endapkan Banprov, Kades Parakanhonje: Rehabilitasi Kantor Aula Sesuai Regulasi

“Jadi kita pingin mengevaluasi kinerjanya panitia bersama-sama, biar nantinya oknum – oknum pejabat ini yang terus terusan memanfaatkan posisinya untuk menipu rakyat minimal ada epek jera merubah posisinya atau di ganti,” pungkasnya.(Rvn)**

1 2
Share.

Comments are closed.

Exit mobile version