Kemudian kedua, kebijakan Penempatan di Sekolah Swasta. Sesuai kebijakan baru pemerintah pusat, guru PPPK juga dapat ditugaskan di sekolah swasta, sehingga Dinas Pendidikan harus menyiapkan penempatan yang lebih proporsional.
Penyerahan SK PPPK menjadi momen yang membahagiakan sekaligus mengharukan bagi ribuan peserta. Bupati Amar mengenang perjalanan panjang yang dimulai sejak dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah.
“Ini gelombang ketiga sejak awal perekrutan PPPK. Dulu ada kuota 1,2 juta dari Kementerian Keuangan, tapi rata-rata daerah hanya mampu merekrut 50 persen. Saya melihat kelemahannya ada pada analisis jabatan yang belum maksimal,” ungkapnya.
Bupati menambahkan bahwa ia sempat mendorong BKD dan seluruh subbagian kepegawaian di setiap SKPD untuk bekerja keras tanpa mempedulikan persepsi politik.
“Saya pastikan waktu itu, yang ada di pangkalan data harus bisa direkrut semua. Alhamdulillah, hari ini bapak-ibu bisa tersenyum,” ujarnya disambut tepuk tangan para PPPK.
Selain pelantikan gelombang ketiga, Bupati juga menyampaikan kabar baik untuk gelombang kedua. Dari 535 Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang mendaftar, 258 orang ikut seleksi dan 137 dinyatakan lulus. SK mereka akan ditetapkan dalam waktu dekat dan pelantikan dijadwalkan Oktober 2025.
Pemerintah KSB menegaskan komitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan PTT melalui mekanisme rekrutmen PPPK yang berkelanjutan dan adil.
Baca juga: Polsek Poto Tano Gelar Patroli Dialogis HEBAT, Bubarkan Anak-anak yang Nongkrong Larut Malam
Acara pelantikan ditutup dengan prosesi penyerahan SK dan ucapan selamat dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, serta jajaran Forkopimda. Suasana di Lapangan Graha Praja terasa penuh suka cita, menjadi saksi berakhirnya penantian panjang ribuan tenaga honorer yang kini resmi menjadi bagian dari aparatur pemerintah daerah. (Red)**

