“Sertifikat tanah untuk pelaku usaha kecil ini sangat mengena kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dari mulai penjual sate, pembudidaya ikan, dan lainnya,” kata Wendi Isnawan.
Sementara Bupati Majalengka Dr. H. Karna Sobahi, M. M.Pd dalam sambutanya mengatakan Peringatan Hantaru ke-63 mengusung tema “Kinerja dan Kolaborasi untuk Indonesia Maju”. Untuk itu perlu dibangun sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak terkait sehingga dapat memberikan manfaat terbaik kepada masyarakat.
” Saat ini Kementrian ATR/BPN telah berhasil mendaftarkan sebanyak 107,1 juta bidang tanah dari target 126 juta bidang tanah. Diharapkan di tahun 2025, seluruh bidang tanah di Indonesia sudah terdaftar. Selain itu melalui program PTSL, saat ini telah terdapat 10 Kota/Kabupaten yang dinyatakan Kota/Kabupaten Lengkap”. Ujar Bupati saat membacakan sambutan Menteri ATR/BPN.
Baca juga: Diduga Dipicu Urusan Keluarga, Seorang Menantu Bule Tega Gorok Mertuanya Sendiri
Selain itu juga Untuk mencegah dan menutup ruang gerak mafia tanah, Kementerian ATR/BPN menerapkan program digitalisasi data-data pertanahan dan melakukan seripikasi secara elektronik.(Deny)**

