Ia memaparkan, di sini juga ada namanya menabung sampah yang mana sampah organik dapur yang diambil dari masyarakat akan ditimbang dan dicatat. Hasil timbangan sampah organik akan menjadi keuntungan atau profit. Hasil tabungan sampah akan menjadi poin yang dapat ditukarkan sesuai dengan nilai poin yang didapat. Dan nanti di akhir ada hadiah penukaran poin antaranya adalah pulsa listrik dan sembako.

Lebih jauh Arifudin menjelaskan terkait pemanfaatan sampah organik, bahwa sampah organik dapur dari masyarakat akan dimanfaatkan sebagai pakan ulat maggot BSF. Maggot BSF yang dihasilkan dari sampah organik akan dikeringkan dengan mesin pengering. Lalu Maggot BSF yang kering akan dijual sebagai pakan ternak ayam, bebek, ikan dan burung.

Arifudin menerangkan juga kapasitas produksi dari penyerapan sampah. “Farm budidaya maggot memiliki luas dengan panjang 21m x 9m. Bangunan tersebut maksimal bisa menampung 15.000 kg sampah. Angka tersebut dapat menghasilkan 3.000 kg fresh maggot, dan dari 3.000 kg fresh maggot bisa menghasilkan 1.000 kg dried maggot. Sedangkan pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran maggot sebesar 5.000 kg per bulan. Fresh maggot, dried maggot dan kotoran maggot semuanya memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

Di hadapan awak media, Kepala Desa Sekongkang Atas Jayadi SH,MH sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih sudah memilih Desa Sekongkang Atas untuk lokasi program ini.

“Saat AMMAN menawarkan kegiatan ini, kami Pemerintah Desa Sekongkang Atas langsung mengiyakan karena persyaratan yang diminta pihak mereka kami sudah ada,” tegasnya.

“Saya selaku Kepala Desa Sekongkang Atas bersama masyarakat berkomitmen bagaimana agar bisa memanfaatkan program ini dengan sebaik baiknya dengan target yaitu, pengelolaan sampah organik, kemudian dengan program ini bisa untuk pakan ternak dan yang lebih utama bisa menyejahterakan masyarakat, karena di Desa Sekongkang Atas banyak sekali ternak tapi kendalanya di masalah pakannya,” ujar Jayadi.

Jayadi juga menambahkan, Insya Allah ke depannya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), agar budidaya maggot ini bisa berlangsung jangka panjang dan berkelanjutan.

Baca juga: Bantah Pecah Kongsi dengan Wabup, Bupati Pangandaran: di Pemerintahan Kita Masih Kompak

Di acara tersebut, tiga orang warga yaitu Ibu Rimba, Ibu Aisyah dan Ibu Sebalan sempat memberikan respons positif dengan adanya program ini, seperti yang diungkapkan mereka. “Selain bisa menjadikan bersih lingkungan, juga mendatangkan rejeki buat kami,” kata ibu Sebalan warga Desa Sekongkang Atas.(DND)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version