Adapun gejala-gejala yang dapat diperhatikan adalah ketika demam tinggi selama dua hingga tujuh hari yang disertai nyeri, sakit kepala dan belakang bola mata, mual, diare, bercak-bercak di kulit, mimisan, gusi berdarah, dan BAB hitam.

dr. Ade lantas menambahkan tentang penanganan pertama yang dapat dilakukan ketika mendapati gejala tersebut.

“Penanganan pertama jika mendapati gejala tersebut adalah minum yang banyak bisa berupa air putih ataupun jus, minum obat penurun panas, makan makanan yang bergizi serta istirahat. Jika gejala berlanjut segera periksa ke dokter,” tambahnya.

Penyakit DBD dapat dicegah atau dihindari dengan memberantas jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti. Namun, dr. Ade mengatakan bahwa hal tersebut tidak cukup, dan perlu untuk membersihkan lingkungan sekitar, terutama yang menjadi tempat Aedes aegypti dapat berkembang biak.

Baca juga: Rangkaian Hardiknas, Bhabinkamtibmas Desa Sapugara Bree lakukan Sosialisasi Anti Bullying di SDN Bree

“Untuk memberantas jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti tidak cukup mencegah tumbuh kembang Aedes aegypti. Yang perlu dilakukan adalah membersihkan tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi atau ember-ember penampung air, lalu menutup tempat penampungan air tersebut dan merapikan barang-barang tidak terpakai atau menguburnya, pemberian bubuk abate untuk mematikan jentik-jentik nyamuk, serta membersihkan kamar dan hindari tumpukan baju yang digantung untuk mengurangi nyamuk di dalam kamar,” pungkasnya.(*)

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version